Welcome

JURNAL MASKER MEDIKA STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
PENGARUH RAMUAN JUS (TOMAT, JERUK, PISANG AMBON DAN KOMBINASI) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA  DI PSTW TERATAI PALEMBANG

PENGARUH RAMUAN JUS (TOMAT, JERUK, PISANG AMBON DAN KOMBINASI) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI PSTW TERATAI PALEMBANG

Puji Setya Rini | Keperawatan | 2016 | views 737 kali

Hipertensi merupakan suatu penyakit kelainan jantung yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah dalam tubuh. Seseorang yang mengalami penyakit hipertensi ini biasanya berpotensi untuk mengalami penyakit-penyakit lain seperti stroke dan penyakit jantung.1 Secara umum, seseorang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90 mmHg, Hipertensi menyebabkan kematian hampir 8 juta orang tiap tahun, hampir 1,5 juta adalah penduduk wilayah Asia Tenggara. Diperkirakan 1 dari 3 orang dewasa di Asia Tenggara menderita hipertensi. Tingginya resiko lansia yang terkena hipertensi disebabkan oleh terjadinya perubahan-perubahan yang terjadi selama perubahan usia atau yang disebut proses penuan.  Tindakan Pengobatan hipertensi terdiri dari terapi farmakologis dan nonfarmakologi. Terapi farmakologis efeknya hanya menurunkan tekanan darah sedangkan terapi nonfarmakologis bertujuan menurunkan tekanan darah dan mengendalikan faktor resiko dan penyakit lainnya.1 Tujuan penelitia Untuk mengetahui adanya pengaruh ramuan jus (jus tomat, jus jeruk, jus pisang ambon dan jus kombinasi) terhadap tekanan darah pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang tahun 2016.  Desain penelitian ini adalah pre-ekperimen secara kuantitatif dengan rancangan studi one-group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23-29 april tahun 2016, dengan menggunakan metode total sampling pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016, sedangkan uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji analisis lebih lanjut atau uji statistic intervensi Jus Pisang Ambon didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,014 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,024 (p < 0,05), intervensi Jus Tomat didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,020 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,034 (p < 0,05), intervensi Jus Jeruk didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,008 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,033 (p < 0,05) dan intervensi  Jus Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,018 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,014 (p < 0,05). Kesimpulan : Pengaruh jus ramuan jus (jus tomat, jus jeruk, jus pisang ambon dan jus kombinasi) mempunyai pengaruh terhadap tekanan darah pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Terati Palembang Tahun 2016.

Kata kunci:    Lansia, Hipertensi Terapi non-farmakologi, Ramuan Jus (Jus tomat, jus jeruk, jus pisang ambon dan jus kombinasi)

HUBUNGAN KUALITAS VAKSIN DAN STATUS IMUN PENJAMU DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG TAHUN 2016

HUBUNGAN KUALITAS VAKSIN DAN STATUS IMUN PENJAMU DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG TAHUN 2016

Bina Aquari | Kebidanan | 2016 | views 533 kali

Imunisasi sebagai salah satu cara preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh yang harus di berikan secara terus menerus. Pada dasarnya imunisasi lengkap bagi bayi itu sangat penting bagi kesehatannya, apalagi dengan melihat kualitas vaksin yang cara pemberiannya juga dosisnya sangat tepat juga bisa mempengaruhi keberhasilan pemberian imunisasi pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas vaksin dan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2016. Metode Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel penelitian ini adalah variabel dependen (keberhasilan pemberian imunisasi) dan variabel Independen (kualitas vaksin dan status imun penjamu). Sampel penelitian ini mengunakan metode survey analitik. Informasi di dapatkan dengan melihat data di Rekam medik sebanyak 377 responden. Populasi penelitian ini adalah semua ibu – ibu yang membawa anak nya imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2015. Hasil analisis univariat hubungan kualitas vaksin dengan keberhasilan pemberian imunisasi di dapatkan data sebanyak 190 responden (68,8%), kualitas vaksin yang tidak sesuai standar dengan keberhasilan pemberian imunisasi 86 responden (31,2%), nilai p value = 0,008 (p value < α 0,05 bermakna). Sedangkan hubungan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di dapatkan data sebanyak 207 (70,9%), status imun penjamu tidak baik dengan keberhasilan pemberian imunisasi sebanyak 85 responden (29,1%), nilai p value 0,000 (p value < α 0,05 bermakna). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna kualitas vaksin dan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2016.

Kata Kunci : Kualitas Vaksin,  Status  Imun Penjamu,  Keberhasilan Pemberian  Vaksin

 

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR PENGUKURAN TANDA VITAL DI IRS TK II DR AK GANI TAHUN 2015.

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR PENGUKURAN TANDA VITAL DI IRS TK II DR AK GANI TAHUN 2015.

Salman Hidayat | Keperawatan | 2016 | views 493 kali

Penilaian kinerja perawat dan mutu pelayanan keperawatan dapat dimulai dari tindakan yang paling mendasar seperti pengukuran tanda vital (Pengukuran suhu, Denyut nadi, Tekanan darah dan Pernafasan), kesalahan dalam pengukuran tanda vital dapat menyebabkan kesalahan dalam diagnosa keperawatan. Berdasarkan Hasil Studi Pendahuluan di RS TK II Dr Ak Gani masih didapatkan perawat yang belum melaksanakan tindakan sesuai dengan standar prosedur yang sudah di tetapkan yaitu didapatkan 87,5%  Perawat yang tidak patuh pada standar prosedur pengukuran suhu, 25% tidak patuh pada standar prosedur pengukuran nadi dan 12,5% yang tidak patuh pada standar prosedur pengukuran pernafasan dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan pelaksanaan standar prosedur pengukuran tanda vital di Instalasi Rawat Inap TK II Dr Ak Gani tahun 2015. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan responden yang berpengetahuan baik (71,9%), responden yang memiliki sikap baik (65,6%), yang patuh dengan standar prosedur pengukuran tanda vital ada (65,6%) dan didapat ada hubungan antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan standar prosedur pengukuran tanda vital dengan nilai p value  0,034 dan ada hubungan antara sikap perawat dengan pelaksanaan standar prosedur pengukuran tanda vital dengan nilai p value  0,029.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat dengan pelaksanaan standar prosedur pengukuran tanda vital di Instalasi Rawat Inap TK II Dr Ak Gani tahun 2015.Diharapkan pada Perawat untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan dan sikap melalui Pendidikan, Pelatihan dan Mengikuti Seminar Kesehatan guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di Rs Tk II Dr Ak Gani Palembang.

Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, pelaksanaan standar prosedur pengukuran tanda vital

GAMBARAN TINGKAT NYERI DAN KECEMASAN PASIEN POST OPERASI ORTHOPEDI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG

GAMBARAN TINGKAT NYERI DAN KECEMASAN PASIEN POST OPERASI ORTHOPEDI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Miranti Florencia Iswari | Keperawatan | 2016 | views 500 kali

Nyeri dialami oleh pasien post operasi orthopedi. Hal ini dapat menyebabkan waktu pemulihan yang memanjang, terhambatnya ambulasi dini dan discharge planning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat nyeri pada pasien post operasi orthopedi. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien post operasi orthopedi di ruang bedah Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Sampel berjumlah 30 responden ditentukan dengan teknik consecutive sampling. Metode yang digunakan yaitu deskriptif untuk menggambarkan tingkat nyeri dan kecemasan pada pasien post operasi orthopedi di ruang bedah RS Muhammadiyah Palembang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner data demografi, skala pengukuran intensitas nyeri dan tingkat kecemasan. Analisa data dimulai dengan mengumpulkan data, membagikan kuesioner, mengelompokkan data kemudian melakukan pengolahan data. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden mengalami nyeri berat (56,7%) dan cemas berat (66,7%). Diharapkan kepada perawat pelaksana di Rumah Sakit dapat memberikan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif pada pasien post operasi orthopedi dalam mengurangi nyeri dan kecemasan, salah satunya seperti menerapkan terapi-terapi mind-body spirit yang terbukti aman dan mudah diterapkan pada pasien-pasien post operasi.

Kata Kunci: Tingkat Nyeri, Tingkat Kecemasan, Post Operasi Orthopedi

EFEKTIVITAS METODE ONE MINUTE PRECEPTOR TERHADAP KEMAMPUAN PRAKTIK MAHASISWA D III KEPERAWATAN

EFEKTIVITAS METODE ONE MINUTE PRECEPTOR TERHADAP KEMAMPUAN PRAKTIK MAHASISWA D III KEPERAWATAN

Renny Triwijayanti | Keperawatan | 2016 | views 477 kali

Pelaksanaan pembelajaran klinik terkait erat dengan peran dosen/pembimbing klinik pada lingkungan klinik yang bertujuan mendorong kemandirian dan kepercayaan diri mahasiswa. Kemampuan mahasiswa selama pembelajaran di klinik sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan pengalaman preceptor. Salah satu pembelajaran yang efektif dengan metode preceptor. Adapun metode yang dapat digunakan adalah one minute preceptor. Systematic review dilaksanakan dengan penelusuran artikel terhadap populasi yaitu mahasiswa praktik klinik, menggunakan intervensi Metode one minute preceptor dengan pembanding metode konvensional dan mengukur dampak dari metode terhadap kepuasan mengajar dan umpan balik dari mahasiswa. Penelusuran dilakukan menggunakan MEDLINE, Googlesearch, dan EBSCO dengan kata kunci yang dipilih dan dibatasi pada artikel terbitan 2000-2014 yang dapat diakses fulltext dalam format pdf. Artikel yang sesuai dianalisis menggunakan critical appraisal tool yang sesuai dengan hasil penelitian RCT dan eksperimen untuk menilai kualitas penelitian. Data diekstraksi dari artikel yang berkualitas kemudian dikelompokkan, dibahas dan ditarik kesimpulan. Hasil : Temuan berupa 4 buah artikel dengan rincian 2 baik dan sisanya sedang. Hasil pembahasan menunjukan bahwa metode one minute preceptor ini efektif untuk meningkatkan kepuasan guru/dosen pengajar. Metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa penalaran klinis dalam melakukan praktik klinik. Kesimpulan : metode one minute preceptor baik digunakan pada pendidikan klinik mahasiswa kesehatan. Dengan metode ini dapat meningkatkan penalaran klinis pada mahasiswa.

Kata kunci : One Minute Preceptor, berpikir kritis, mahasiswa klinik.

PENGARUH PEMBERIAN DIET VIRGIN COCONUT OIL(VCO)TERHADAP KADAR SERUM KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN (rattus norvegicus) HIPERKOLESTEROLEMIK

PENGARUH PEMBERIAN DIET VIRGIN COCONUT OIL(VCO)TERHADAP KADAR SERUM KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN (rattus norvegicus) HIPERKOLESTEROLEMIK

Arly Febrianti | Keperawatan | 2016 | views 432 kali

Diet tinggi lemak, obesitas, gaya hidup (kurang gerak) merupakan faktor resiko dan kemungkinan untuk aterosklerosis dan hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia meliputi perubahan-perubahan dalam profil lipid yang berhubungan dengan peningkatan aterosklerosis.Selain melalui olahraga yang cukup dan teratur, mengkonsumsi suplemen makanan kesehatan dengan zat nutrisi yang cukup dan obat tradisional tidak kalah pentingnya untuk mencegah terjadinya Aterosklerosis. Menormalisasi profil lipid yang tinggi dilakukan melalui diet salah satu produk pangan fungsional yang popular adalah VCO (Virgin Cococnut Oil) VCO merupakan minyak yang diolah dengan berbagai cara salah satunya diproses tanpa pemanasan dari daging buah kelapa segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian diet  Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap kadar kolesterol total pada tikus putih jantan (Rattus norvegiccus) hiperkolesterolemik. Penelitian True Experimental dengan rancangan one group pre-post test design. Penelitian ini dilakukan sendiri dan pemeriksaan darah akan dilakukan di Balai Besar Laboraturium Daerah yang berlangsung dari bulan Februari 2015 sampai dengan April 2015. Pada penelitian ini terdapat 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 16 ekor tikus, jadi keseluruhan jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 32 ekor.  Kedua kelompok ditimbang berat badannya sebelum diberikan pakan tinggi lemak untuk mengetahui perubahan berat badan tikus dengan tujuan untuk penentuan pemberian pakan tinggi lemak dan diet Virgin Coconut Oil (VCO). Pengambilan darah dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan sesudah pemberian pakan tinggi lemak dan setelah pemberian Virgin Coconut Oil (VCO). Data dideskripsikan dalam bentuk tabel dan diolah dengan menggunakan  uji t-test tidak berpasangan pada  SPSS 17.0  for Windows Version untuk mengetahui perbedaan dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar kolesterol total darah kelompok kontrol dengan nilai mean 94.10 ± 14.04 setelah diet VCO dan perlakuan setelah pemberian VCO didapatkan nilai mean 56.80 ± 3.175 bahwa terdapat perbedaan yang bermakna (p < 0,05) rerata kadar kolesterol total darah yang dilakukan perlakuan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan dosis 0,81 ml dibandingkan dengan kelompok kontrol. Ini artinya pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) dengan dosis 0,81 ml berpengaruh terhadap kadar kolesterol total darah tikus wistar. Ada pengaruh pemberian diet Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap kadar kolesterol total darah, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pemberian diet Virgin Coconut Oil (VCO) dilakukan penelitian sejenis kepada manusia untuk mengetahui pengaruh dan efektivitasnya pada manusia.   

Kata Kunci: Virgin Coconut Oil, kadar kolesterol total darah

 

HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI PUSKESMAS KERTAPATI PALEMBANG TAHUN 2014

HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI PUSKESMAS KERTAPATI PALEMBANG TAHUN 2014

Mardalena | Kebidanan | 2016 | views 447 kali

Diare merupakan keadaan frekuensi buang air besar lebih 4 kali pada bayi dengan konsistensi fases encer, dapat bewarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja.Adapun faktor penyebab diare seperti faktor infeksi, faktor malabsorbsi, faktor makanan, dan faktor lingkungan.Angka kejadian diare di Indonesia yaitu terdapat sebanyak (49.5%). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di Puskesmas Kertapati Palembang Tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional, Populasinya adalah semua bayi yang  berobat di Puskesmas Kertapati Palembang Tahun 2014. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling yang dilakukan dengan cara pengambilan data primer di peroleh sebanyak 31 responden yang di jadikan sampel yang di ambil melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dengan  menggunakan Analisis Univariat dan Analisis Bivariat.Berdasarkan hasil analisis univariat diperoleh responden yang bayinya mengalami diare (77,4%), dan yang memiliki pendidikan rendah sebanyak (67,7%), sedangkan responden yang memberikan susu formula sebanyak (71,0%).Hasil analisis bivariat didapatkan pendidikan ibu rendah sebanyak (95,2%) yang  mengalami kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan.Dari hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan. Sedangkan yang melakukan pemberian susu formula sebanyak (95,5%) yang mengalami kejadian diare pada bayi usia 0-12bulan. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa ada hubungan antara pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan. Saran kepada petugas kesehatan Diharapkan untuk selalu memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada seluruh masyarakat khususnya ibu-ibu yang memiliki bayi mengenai hal-hal yang dapat menyebabkan kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan yaitu tentang pendidikan ibu yang rendah berisiko  terkena diare pada bayi usia 0-12 bulan dan pemberian susu formula status yang berisiko tinggi terkena kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan yaitu yang memberikan susu formula.

Kata Kunci                 :Pendidikan, Pemberian Susu Formula, Diare

 

PERILAKU KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAKRAYU  PALEMBANG TAHUN 2016

PERILAKU KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAKRAYU PALEMBANG TAHUN 2016

Romliyadi | Keperawatan | 2016 | views 473 kali

Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukan ke dalam tubuh melalui suntikan seperti vaksin BCG, DPT, Campak, dan melalui mulut seperti vaksin polio. Penyakit campak merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak di seluruh dunia yang meningkat sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk diperolehnya informasi mendalam tentang perilaku keluarga terhadap pemberian imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Makrayu Palembang tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Melalui wawancara mendalam, dilakukan pada Bulan Juni 2016. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu 5 orang  ibu yang mempunyai bayi berumur 9-11 bulan, dan key informan perawat pelaksana 1 orang yang minimal berpendidikan D3. Hasil penelitian didapatkanbahwa informan mengetahui tentang pentingnya imunisasi untuk kekebalan tubuh anak, sikap ibu khawatir karena anak demam, dan tindakan informan ketika anak demam diberi obat penurun panas. Kesimpulan yang didapat bahwa informan telah mengetahui pentingnya imunisasi pada bayi dan anak dikarenakan untuk kekebalan tubuh bayi dan anak. Disarankan bagi keluarga di wilayah kerja puskesmas Makrayu Palembang untuk meningkatkan lagi pengetahuannya dengan cara datang ke posyandu-posyandu yang ada untuk memberikan penyuluhan dan diharapkan ibu yang mempunyai bayi lebih memperhatikan kesehatan bagi anaknya supaya terhindar dari penyakit.

Kata Kunci     : Imunisasi Campak, Puskesmas, Perilaku.

 

 

PENGARUH LATIHAN FISIK AEROBIK TERHADAP KADAR INSULIN- LIKE GROWTH FACTOR-1 (IGF-1) JARINGAN HIPOKAMPUS OTAK

PENGARUH LATIHAN FISIK AEROBIK TERHADAP KADAR INSULIN- LIKE GROWTH FACTOR-1 (IGF-1) JARINGAN HIPOKAMPUS OTAK

Dewi Pujiana | Keperawatan | 2016 | views 518 kali

Latihan fisik aerobik yang dilakukan secara teratur selain dapat meningkatkan kesehatan jantung – paru juga dapat menyebabkan  pertumbuhan dan regenerasi sel-sel otak. Latihan fisik meningkatkan Insulin – like Growth Factor – 1 (IGF – 1) yang berdampak terhadap pertumbuhan dan regenerasi sel-sel otak. IGF-1  diproduksi oleh jaringan  otak. Belum diketahui apakah latihan fisik mengakibatkan terjadinya perbedaan kadar IGF-1 jaringan hipokampus . Penelitian ini  bertujuan untuk membandingkan  kadar IGF-1 jaringan hipokampus pada tikus wistar  yang diberi perlakuan latihan fisik aerobik 1 kali seminggu, 3 kali seminggu dan 5 kali seminggu. Penelitian ini merupakan  Post Test Control Group Design. Subjek penelitian berupa  tikus Rattus norvegicus strain Wistar berjumlah 28 ekor tikus yang dibagi dalam 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok latihan fisik aerobik yang dilakukan 1 kali seminggu, 3 kali seminggu dan 5 kali seminggu. Latihan fisik aerobik dilakukan menggunakan animal treadmill dengan kecepatan 20 m/menit selama 30 menit. Hasil penelitian : Terjadi peningkatan kadar IGF-1  jaringan hipokampus (103,986±3,58 pg/mL) dibandingkan kelompok kontrol (97,367±5,72 pg/mL). Kadar  IGF-1 jaringan hipokampus tertinggi terjadi pada kelompok 5 kali seminggu (111,078±3,31 pg/mL),. Hasil uji One way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna (p < 0,05) rerata  kadar  IGF-1 jaringan hipokampus 1 kali seminggu, 3 kali seminggu dan 5 kali seminggu. Kesimpulan  Terdapat perbedaan yang bermakna kadar IGF-1 jaringan hipokampus tikus wistar  yang diberi perlakuan latihan fisik aerobik dengan frekuensi yang berbeda.

Kata kunci     :   Latihan fisik Aerobik , IGF-1, Jaringan

 

PERILAKU SEKS BEBAS MAHASISWI STIKES “X” PALEMBANG TAHUN 2014

PERILAKU SEKS BEBAS MAHASISWI STIKES “X” PALEMBANG TAHUN 2014

Novita Anggraini | Keperawatan | 2016 | views 501 kali

Seksual aktif di kalangan remaja adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri. Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat. Perilaku seksual pada remaja dapat diwujudkan dalam tingkah laku yang bermacam-macam, mulai dari perasaan tertarik, berkencan, berpegangan tangan, mencium pipi, berpelukan, mencium bibir, memegang buah dada di atas baju, memegang buah dada di balik baju, memegang alat kelamin di atas baju, memegang alat kelamin di bawah baju, dan melakukan senggama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor dengan perilaku seks bebas mahasiswi STIKes “X” Palembang Tahun 2014.  Metode penelitian menggunakan survey analitik  dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswi STIKes “X” Palembang berjumlah 106 responden. Hasil uji statistik diketahui bahwa responden yang berperilaku seks bebas sebesar 81,1%. Hasil uji chi square diketahui bahwa ada hubungan antara perilaku seks bebas dengan variabel pengetahuan dan peran orang tua (p value 0,047 dan 0,005), sedangkan diketahui tidak ada hubungan antara perilaku seks bebas dengan variabel sikap (p value 1,000), peran teman sebaya (p value 0,996), dan sumber informasi (p value 0,438). Analisis multivariat diketahui bahwa peran orang tua merupakan faktor yang paling berpengaruh perilaku seks bebas (PR 4,677). Sebagai orang tua hendaknya memberikan pengetahuan tentang seks bebas dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak sehingga orang tua dapat mengetahui problem pada anak, dan orang tua dapat mengarahkan dan mengawasi anak agar tidak salah mengambil tindakan sehingga dapat mencegah mereka agar tidak melakukan seks bebas.

Kata Kunci       : Seks bebas, Perilaku, Mahasiswi