Welcome

JURNAL MASKER MEDIKA STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
<div>FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI BPM FAUZIAH HATTA, PALEMBANG TAHUN 2017</div>

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI BPM FAUZIAH HATTA, PALEMBANG TAHUN 2017

Dempi Triyanti | Kebidanan | 2017 | views 231 kali

ABSTRAK

Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Di seluruh dunia pada tahun2009 terjadi 2,7 juta kasus ruptur perineum pada ibu bersalin. Angka ini diperkirakan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050, seiring dengan semakin tingginya bidan yang tidak mengetahui asuhan kebidanan dengan baik (Hilmy, 2010).pada ibu bersalin di BPM Fauziah Hatta Palembang pada tahun2014 sebesar 58 ibu yang ruptur perineum. Pada tahun 2015 angka tersebut menjadi 49 ibu yang ruptur perineum, sedangkan pada tahun 2016 kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin sebesar 52. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan paritas, berat badan bayi, dan tehnik meneran terhadap kejadian ruptur perineum dan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 40 ibu bersalin, melakukan persalinan di  BPM Fauziah Hatta Palembang pada tanggal 1 s/d 27 Februari 2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, chi square. Ruptur perineum (62,5%). Variabel paritas (p value=0,089), berat badan bayi (p value=0,311), dan tehnik meneran (p value=0,018). Faktor yang berhubungan dengan kejadian ruptur perineum adalah paritas, berat badan bayi dan tehnik meneran. Faktor yang paling berhubungan adalah paritas dan berat badan bayi. Diharapkan kepada semua pihak terkait baik petugas kesehatan maupun ibu bersalin dan calon ibu bersalin untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya ruptur perineum pada masa persalinan.
 
Kata Kunci : Ruptur Perineum

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2017

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2017

Bina Aquari | Kebidanan | 2017 | views 221 kali

ABSTRAK

Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan hidup ibu hamil. Tujuan penelitian ini diketahuinya baik secara simultan maupun parsial hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu dengan kejadian hiperémesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial Tahun 2017. Rumusan masalah adanya hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan analitik cross sectional, dimana variabel independen (Paritas, Umur dan Pendidikan) dan variabel dependen (Hyperemesis gravidarum). Data sekunder diperoleh dari rekam medik dan menggunakan check List. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil multigravida yang datang untuk memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Sosial pada bulan januari - maret Tahun 2017. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan tidak hyperemesis gravidarum yaitu 41 orang (54,7%), proporsi ibu dengan paritas tinggi sebanyak 20 orang (26,7%), dan proporsi umur ibu beresiko sebanyak 25 orang (33,3%), dan pendidikan tinggi sebanyak 25 orang (33,3%). Hasil analisa dengan uji statistik chi-square didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu hamil dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan  p value = 0,20, tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28 dan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28. Kesimpulan dari penelitian ini baik secara simultan maupun parsial adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas, umur dan pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum di Puskesmas Sosial. Disarankan kepada pimpinan dan  staff  Puskesmas untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga dapat mengurangi angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Puskesmas Sosial.
 
Kata Kunci : Hyperemesis Gravidarum, Paritas, Umur dan Pendidikan

<div>PERAN PERAWAT DALAM PERAWATAN LUKA DIABETIKUM (GANGREN)  DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT TK II DR AK GANI  PALEMBANG TAHUN 2014</div>

PERAN PERAWAT DALAM PERAWATAN LUKA DIABETIKUM (GANGREN)  DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT TK II DR AK GANI  PALEMBANG TAHUN 2014

Arly Febrianti | Keperawatan | 2017 | views 200 kali

ABSTRAK

Beberapa penelitian di Indonesia melaporkan bahwa angka kematian ulkus Gangren pada penyandang Diabetes Melitus antara 17 - 32 %, sedangkan angka laju amputasi berkisar antara 15 - 30 % (Soegondo et al, 2007). Setelah pengidap Diabetes Melitus menjalani amputasi, tiga tahun berikutnya sekitar 30 % diantaranya akan menjalani amputasi lagi pada bagian tubuh lainnya. Bahkan 2/3 dari penderita yang menjalani amputasi akan meninggal lima tahun kemudian. Para ahli diabetes memperkirakan ? sampai ? kejadian amputasi dapat dihindarkan dengan perawatan kaki yang baik (Kompas, 2006). Melalui penanganan profesional terhadap Luka Diabetikum, baik pencegahan dan perawatannya, diharapkan tindakan amputasi dapat dicegah. Penting bagi perawat untuk memahami dan mempelajari perawatan luka karena perawat bertanggung jawab terhadap evaluasi keadaan pembalutan selama 24 jam (Gitarja & Asmi, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perawat dalam perawatan Luka Diabetikum (Gangren) di Ru Dahlia RS TK II DR AK Gani Palembang. Menggunakan desain penelitian kualitatif melalui pendekatan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Informan pada penelitian ini berjumlah 6 orang. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2014 sampai dengan 5 Juli 2014. Hasil penelitian didapatkan bahwa secara keseluruhan perawat memiliki pengetahuan yang cukup baik, persepsi yang baik tentang peran perawat dalam perawatan Luka Diabetikum (Gangren), dan sudah memiliki motivasi dalam melakukan perawatan Luka Diabetikum (Gangren). Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk perawatan Luka Diabetikum (Gangren) belum tersedia. Supervisi sudah dilakukan secara berkesinambungan, fasilitas yang mendukung dalam perawatan Luka Diabetikum (Gangren) belum tersedia dengan maksimal. Diharapkan bagi pihak Rumah Sakit untuk lebih memfasilitasi peningkatan pengetahuan, segera menyusun Standar Prosedur Operasional (SPO) dan menambah fasilitas guna mendukung perawatan Luka Diabetikum (Gangren).
 
Kata Kunci : Perawatan Luka  Diabetikum  (Gangren)

HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DIWILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KEMALARAJA KABUPATEN OKU TAHUN 2015

HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DIWILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KEMALARAJA KABUPATEN OKU TAHUN 2015

Aprilia Wilinda Sumantri | Keperawatan | 2017 | views 174 kali

ABSTRAK
 
Anemia adalah suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, dan atau jumlah eritrosit diabawah nilai normal. Tindakan yang dilakukan untuk mengtatasi masalah tersebut selama ini adalah pendistribusian tablet Fe. Faktor utama yang menyebabkan sulitnya prevalensi anemia ini antara lain karena rendahnya cakupan distribusi dan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet besi. Tujuan : untuk mengatahui hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemalaraja kabupaten OKU tahun 2015. Metode : penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil bulan januari – maret tahun 2015 di wilayah kerja UPTD Puskesmas  Kemalaraja  kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU dengan sampel sebanyak 75 orang. Analisi data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan tabel distribusi dan uji statistik chi-square, dengan derajat kepercayaan 95 %.  Hasil : pada anisis univariat, dari 75 responden didapatkan 32% ibu hamil yang mengalami anemia, dan 68% ibu hamil yang tidak anemia. Ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe 61,3%, dan ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe 38,7%. Analisis bivarian didapatkan hasil ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia (p value 0,000). Simpulan : ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia.
 
Kata Kunci : kepatuhan konsumsi tablet Fe, kejadian anemia, cross sectional, uji statistik Chi-Square.

PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WARGATAMA OGAN ILIR TAHUN 2016

PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WARGATAMA OGAN ILIR TAHUN 2016

Anggi Pratiwi | Keperawatan | 2017 | views 200 kali

ABSTRAK
 
Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia, menjadi tua merupakan proses alamiah. Seiring meningkatnya umur maka tekanan darah akan semakin meninggi, hipertensi menjadi masalah pada lanjut usia. Salah satu terapi non farmakologi pada penderita hipertensi yaitu dengan berolahraga secara teratur. Olahraga atau aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari sudah cukup untuk menurunkan tekanan darah. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan diketahuinya pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Wargatama Ogan Ilir Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre Eksperimen dengan rancangan One Group Pre-Post Test design dengan populasi lansia dengan hipertensi yang tinggal dipanti sosial tresna werdha berjumlah 74 lansia.Sampel diambil secara Accidental Sampling berjumlah 35 orang lansia. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 Juni - 18 Juli 2016.Analisis data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon dengan batas kemaknaan (<0,05)Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sebelum senam lansia adalah 2.00 dengan standar deviasi 0.490 dan rata-rata tekanan darah setelah dilakukan senam lansia adalah 1.00 dengan standar deviasi 0.355. Dari hasil uji bivariat dengan uji wilcoxon didapatkan nilai p value 0,000 (<0,05), hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan tekanan darah sebelum dilakukan senam lansia dengan tekanan darah setelah dilakukan senam lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wargatama Ogan Ilir tahun 2016. Disarankan kepada pihak panti sosial tresna werdha wargatama untuk menjadwalkan senam lansia secara rutin bagi penghuni panti.
 
Kata kunci : Senam lansia, tekanan darah, hipertensi

<div>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GANDUS PALEMBANG TAHUN 2017</div>

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GANDUS PALEMBANG TAHUN 2017

Andriza | Kebidanan | 2017 | views 197 kali

ABSTRAK

Menurut World Health Organization (WHO, 2011) memperkirakan bahwa 35-75% ibu hamil di negara berkembang dan 18% di negara maju mengalami anemia. Namun, banyak di antara mereka yang telah menderita anemia pada saat konsepsi, dengan perkiraan prevalensi sebesar 43% pada perempuan yang tidak hamil di negara berkembang dan 12% di negara yang lebih maju. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gandus Palembang Tahun 2017.Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data ini ialah menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan bermakna antara usia ibu (p = 0,036), jarak kehamilan (p = 0,016), paritas (p = 0,037) dan kunjungan antenatal care (p = 0,039) dengan kejadian anemia kehamilan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian anemia kehamilan adalah variabel kunjungan antenatal care dengan Odd Ratio (OR) = 8,53.  Hasil penelitian tersebut disarankan kepada ibu untuk rutin melakukan kunjungan antenatal care, sehingga mendapatkan penyuluhan dan pemeriksaan rutin tentang anemia kehamilan dan bila mengalami dapat segera diatasi dengan pemberian table Fe.
 
Kata kunci : Anemia Kehamilan, Usia Ibu, Jarak Kehamilan, Paritas, Kunjungan Antenatal Care

PENGARUH EKSTRAK DAUN BRYOPHILLUM PINNATUM TERHADAP BERAT BADAN JANIN MENCIT BALB/C MODEL LUPUS BUNTING.

PENGARUH EKSTRAK DAUN BRYOPHILLUM PINNATUM TERHADAP BERAT BADAN JANIN MENCIT BALB/C MODEL LUPUS BUNTING.

R.A Aminah Maya | Kebidanan | 2017 | views 136 kali

ABSTRAK

Systemic Lupus Eritematosus (SLE) adalah suatu penyakit autoimun kronis yang lebih banyak diderita oleh wanita terutama pada usia reproduktif yang seringkali menimbulkan masalah kesehatan terutama pada masa kehamilan dan dapat membahayakan kondisi ibu dan janin sehingga perlu mendapatkan perhatian yang serius dalam penegakkan diagnosis dan terapi. Penelitian in silico melalui molecular docking menemukan bahwa kandungan senyawa aktif yang dimiliki oleh tanaman cocor bebek (Bryophyllum pinnatum) memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi terapi biosimilar untuk pasien SLE, khususnya pasien yang berada pada masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh ekstrak daun Bryophillum pinnatum terhadap peningkatan Berat Badan Janin mencit BALB/c model lupus bunting. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan pendekatan post test only control group design. Sampel penelitian ini adalah mencit galur BALB/c yang berjumlah 20 ekor, dan dikelompokkan menjadi 5 kelompok : kelompok kontrol negatif (mencit bunting sehat), kontrol positif (mencit lupus bunting), kelompok perlakuan I (mencit lupus bunting + ekstrak daun Bryophillum pinnatum dosis 10,5 mg/hari), kelompok perlakuan II (mencit lupus bunting + ektrak daun Bryophillum pinnatum dosis 21 mg/hari), kelompok perlakuan III (mencit lupus bunting + ekstrak daun Bryophillum pinnatum dosis 42 mg/hari). Pemeriksaan berat badan janin dengan menggunakan timbangan analitis. Hasil: Dari hasil uji statistik, menunjukkan tidak ada perbedaan pengaruh signifikan dari pemberian ekstrak daun Bryophillum pinnatum dosis 10.5 mg/hari, 21 mg/hari dan 42 mg/hari terhadap berat badan janin. Simpulan : pemberian ekstrak daun Bryophillum pinnatum tidak terbukti dapat meningkatkan berat badan janin pada mencit BALB/c model lupus bunting.

 
Kata Kunci : Ekstrak Bryophillum pinnatum, Berat Badan Janin Mencit

       <!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:TrackMoves/>   <w:TrackFormatting/>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreM

ABSTRAK

 

Menurut World Health Organization (WHO, 2011) memperkirakan bahwa 35-75% ibu hamil di negara berkembang dan 18% di negara maju mengalami anemia. Namun, banyak di antara mereka yang telah menderita anemia pada saat konsepsi, dengan perkiraan prevalensi sebesar 43% pada perempuan yang tidak hamil di negara berkembang dan 12% di negara yang lebih maju. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gandus Palembang Tahun 2017.Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data ini ialah menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan bermakna antara usia ibu (p = 0,036), jarak kehamilan (p = 0,016), paritas (p = 0,037) dan kunjungan antenatal care (p = 0,039) dengan kejadian anemia kehamilan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian anemia kehamilan adalah variabel kunjungan antenatal care dengan Odd Ratio (OR) = 8,53.  Hasil penelitian tersebut disarankan kepada ibu untuk rutin melakukan kunjungan antenatal care, sehingga mendapatkan penyuluhan dan pemeriksaan rutin tentang anemia kehamilan dan bila mengalami dapat segera diatasi dengan pemberian table Fe.

Kata kunci           : Anemia Kehamilan, Usia Ibu, Jarak Kehamilan, Paritas, Kunjungan, Antenatal Care

HUBUNGAN KEPATUHAN REHABILITASI MEDIK DENGAN DERAJAT  KECACATAN PADA PENDERITA PASCA STROKE DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK  RSUP Dr. MOH. HOESIN PALEMBANG

HUBUNGAN KEPATUHAN REHABILITASI MEDIK DENGAN DERAJAT KECACATAN PADA PENDERITA PASCA STROKE DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK RSUP Dr. MOH. HOESIN PALEMBANG

Puji Setyarini | Keperawatan | 2013 | views 294 kali

Stroke insidens in Indonesia is 200 from 100.000 populations. In one year from 100.000 populations, 200 people will get stroke. In Indonesia stroke is in third level from deathly diseases after heart disease and cancer. According survey 2004, the killer number one is stroke in government hospital all around Indonesia. According WHO, rate of disability cause stroke about 50 until 60 percent from stroke prevalency. One per five until a half of stroke suffers can do daily activities without help but quarter until two per three suffers of stroke get permanent disable. The lack of ability functional can be decreased by doing rehabilitation started during two days after stroke attack and it should be continued after go out from hospital. Commonly recovery of interference neuron on stroke happens in the first week.

       The objective of this study is to know the correlation obedient of medic rehabilitation with level of disability on pasca stroke suffers in Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang. The method that is used in this research by using design of correlation study by approaching cross sectional, the total of sample as many thirty four people which suitable with inclution criteria. The collecting data was done by using questioner and data analyze done with univariate, bivariate and multivariate. The results of logistic regression multivariate are two the most variables which influenced to the obedience in doing medic rehabilitation, namely incoming (B=3,036 dan p value = 0,019)  and supporting family (B=2,616 dan p value =0,013). Nurses as one of healthy employees indirectly have correlation with pasca stroke suffers. One of roles nurses is as researcher and can be hoped identificated the research problem and use the result of research to increase the service and nursing education in order the result of research can be referenced in giving nursing of pasca stroke suffers.

 

Keywords: Obedience of Rehabilitation, Level of Disability , Pasca Stroke

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK AR-RACHMA KERTAPATI PALEMBANG

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK AR-RACHMA KERTAPATI PALEMBANG

Puji Setyarini | Keperawatan | 2015 | views 266 kali

Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Kemampuan motorik halus,motorik kasar, personal sosial dan bahasa sangat dibutuhkan dalam berperilaku dengan teman sebayanya dilingkungan taman kanak-kanak. Perkembangan motorik halus, motorik kasar, personal sosial dan bahasa ini tidak terlepas dari cara anak belajar berinteraksi dengan orang tua (ibu) ketika dirumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perkembangan anak usia 4-5 tahun di TK Ar-Rachma Kertapati Palembang Tahun 2015. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27-28 April 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 4-5 tahun di TK Ar-Rachma Kertapati Palembang tahun 2015. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 82 responden. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner tertutup kepada ibu dan melakukan observasi pada anak. Analisa data yang dilakukan adalah analisa univariat dan analisa bivariat terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik halus anak usia  4-5 tahun dengan nilai (ρ value = 0,001), pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar anak usia  4-5 tahun dengan nilai (ρ value = 0,002), pengetahuan ibu dengan perkembangan personal sosial anak usia  4-5 tahun dengan nilai (ρ value = 0,000), pengetahuan ibu dengan perkembangan bahasa anak usia  4-5 tahun dengan nilai (ρ value = 0,000) sehingga dapat disimpulkan ρ value ≤ α 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan anak. Diharapkan bagi TK Ar-Rachma Kertapati Palembang dapat meningkatkan kegiatan yang bisa meningkatkan perkembangan anak misalnya dengan melakukan kontak dengan anak sesering mungkin, serta dapat melatih kecerdasan anak tersebut.

 

Kata Kunci     : Pengetahuan Ibu, Perkembangan Anak Usia 4-5 tahun