Welcome

JURNAL MASKER MEDIKA STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
ANALISIS  PERENCANAAN SUMBER DAYA KEPERAWATAN  DI RS X DEPOK DENGAN PENDEKATAN RESEARCH FRAMEWORK

ANALISIS PERENCANAAN SUMBER DAYA KEPERAWATAN DI RS X DEPOK DENGAN PENDEKATAN RESEARCH FRAMEWORK

Sri Yulia | Keperawatan | 2016 | views 502 kali

Pemahaman dan kemampuan pengelolaan sumber daya keperawatan perlu dimiliki oleh perawat manajer agar sumber daya keperawatan yang dimiliki rumah sakit dapat lebih baik dan berpengaruh positif terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan  mengidentifikasi permasalahan berdasarkan kajian situasi dan merumuskan alternatif solusi dengan pendekatan research framework  SDM Keperawatan di RS X Depok. Hasil kajian menemukan 3 permasalahan perencanaan SDM Keperawatan di RS X Depok yaitu: kuantitas/kualifikasi tenaga keperawatan, sistem pendidikan berkelanjutan  perawat serta sistem pengelolaan dan pengembangan jenjang karir perawat di Instalasi Rawat Inap RS X yang belum optimal. Diharapkan RS  merumuskan kebijakan dan pola rekrutmen seleksi hingga pola jenjang karir dan sistem penghargaan yang tepat agar perencanaan SDM Keperawatan di RS X semakin berkualitas.

 

Kata kunci       : perencanaan SDM, keperawatan, research framework

 

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN FISIK AEROBIK DENGAN LATIHAN FISIK ANAEROBIK TERHADAP AKTIVITAS CREATINE KINASE (CK) PADA  OTOT JANTUNG TIKUS (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN FISIK AEROBIK DENGAN LATIHAN FISIK ANAEROBIK TERHADAP AKTIVITAS CREATINE KINASE (CK) PADA OTOT JANTUNG TIKUS (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR

Yudiansyah | Fisiotherapi | 2015 | views 522 kali

Olahraga atau latihan fisik yang teratur dapat mempertahankan kebugaran jasmani. Sebaliknya aktivitas fisik dengan intensitas maksimal dan melelahkan justru merupakan stressor bagi tubuh yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan jaringan otot jantung. Metabolisme energi pada otot jantung sangat kompleks. Proses metabolisme tersebut membutuhkan perantara, diantaranya Creatine Kinase (CK). Perubahan kadar serum enzim CK dapat menjadi penanda atau biomarker dari perubahan fungsi otot jantung. Akan tetapi belum diketahui sejauh mana  perbedaan pengaruh aktivitas aerobik dengan aktivitas fisik anaerobik terhadap perubahan aktivitas CK-MB otot jantung tikus wistar. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan fisik aerobik dengan latihan fisik anaerobik terhadap kadar CK-MB otot jantung tikus wistar.

Penelitian ini adalah studi eksperimental dalam bentuk In-vivo yang dilakukan terhadap tikus wistar jantan yang telah mengikuti latihan aerobik dan anaerobik selama 1 hari, 3x seminggu dan 7 hari berturut-turut. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 28 ekor tikus yang dibagi dalam 7 kelompok yaitu; kelompok 1 pembanding yang tidak diberi pembebanan aktivitas fisik, kelompok 2 kelompok yang diberi perlakuan aktivitas fisik aerobik  1 hari, kelompok 3 yaitu kelompok yang diberi perlakuan aktivitas fisik aerobik 3x seminggu, kelompok 4 yaitu kelompok yang diberi perlakuan aktivitas fisik aerobik selama 7 hari berturut-turut, kelompok 5 yang diberi perlakuan aktivitas fisik anaerobik satu hari, kelompok 6 yang diberi perlakuan aktivitas fisik anaerobik 7 hari berturut-turut. Pada masing-masing kelompok dilakukan pengambilan organ jatung dan pemeriksaan aktivitas CK setelah melakukan aktivitas fisik.

Hasil penelitian menunjukkanpada kelompok aktivitas fisik aerobik terjadi peningkatan aktivitas CK sebesar 88% dibandingkan kelompok pembanding dan pada kelompok aktivitas fisik anaerobik terjadi penurunan aktivitas CK. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna rerata aktivitas CK jaringan otot jantung antara kelompok perlakuan aerobik 1 hari dengan 1 hari anaerobik (p=0,03) serta kelompok perlakuan 3x seminggu aerobik dengan 3x seminggu anaerobik (p=0,00).

Dapat disimpulkan bahwaterdapat perbedaan yang bermakna aktivitas CK otot jantung pada kelompok aerobik perlakuan 3x seminggu dengan kelompok pembanding (p= 0,02),Tidak terdapat perbedaan yang bermakna aktivitas CK otot jantung pada seluruh kelompok perlakuan anaerobik dengan kelompok pembanding (p>0,05),Terdapat perbedaan yang bermakna aktivitas CK otot jantung antara kelompok Aerobik dan anaerobik pada kelompok perlakuan 1 hari dan 3x seminggu (p<  0,05).

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK RETARDASI MENTAL USIA 7- 9 DI YPAC PALEMBANG

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK RETARDASI MENTAL USIA 7- 9 DI YPAC PALEMBANG

Maya Fadlilah | Keperawatan | 2015 | views 676 kali

Menurut WHO retardasi mental adalah kemampuan mental yang tidak mencukupi. retardasi mental adalah suatu kondisi yang di tandai oleh intelegensi yang rendah yang menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal3. Hubungan anak yang cacat mental dengan orang tuanya sangat penting dibandingkan dengan hubungan anak yang intelegensinya normal dengan orang tuanya. Oleh karena itu, Orang tua dari anak cacat mental harus menerima cacatnya dan membantunya untuk menyesuaikan diri dengan cacatnya itu. Di samping itu, mereka harus menghindari tujuan-tujuan yang ditetapkan terlalu tinggi untuk dicapai dan mereka harus menyadari juga bahwa ada banyak hal yang dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhanya. Jika anak mengetahui bahwa orang tuanya benar-benar memperhatikannya dan mereka puas, maka dengan ini ia banyak dibantu dalam menyesuaikan diri dengan dunia luar5.Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Peran Orang Tua Terhadap Tingkat Kemandirian Anak Retardasi Mental Usia 7-9 Tahun  di YPAC Palembang Tahun 2014. Desain penelitian ini merupakan penelitian Analitik korelatif, dengan rancangan Cros Sectional.Cara pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik Total Sampling, yaitu pengambilan sampel secara keseluruhan pada responden orang tua yang memiliki anak retardasi mental usia 7-9 tahun.Hasil analisis hubungan antara pola asuh  dengan tingkat kemandirian anak  retardasi mental  diperoleh ada hubungan yang signifikan Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan Uji Chi Square diperoleh nilai p value  < 0,05 (p = 0,03). Berarti ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian anak retardasi mental di YPAC Palembang tahun 2014.

 

Kata Kunci: Peran Orang Tua,Kemandirian,Anak Retardasi Mental

 

UJI AKTIVITAS FRAKSI SELEDRI (Apium graveolens L) TERHADAP  JAMUR Candida albicans SECARA IN VITRO

UJI AKTIVITAS FRAKSI SELEDRI (Apium graveolens L) TERHADAP JAMUR Candida albicans SECARA IN VITRO

Citra Purwanti | Kebidanan | 2015 | views 593 kali

Candida sp. adalah flora normal yang terdapat pada membran mukosa, saluran pencernaan, vagina, uretra, kulit, dan kuku. Kandidiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk pengobatan tradisional adalah Seledri (Apium graveolens L).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas fraksi seledri (Apium graveolens L) terhadap jamur candida albicans.

Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental laboratoris in vitro. Sampel penelitian adalah Jamur Candida albicans. Sampel fraksi dibagi menjdi 6 konsentrasi yaitu 10%, 5%, 2,5%, 1,25%, 0,625%, 0,3125% dengan pembanding ketokonazol. Analisa data menggunakan uji normalitas dengan Kolmogorov smirnov, Anova dan posthoc, semua analisa menggunakan program statistik SPSS versi 16.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi yang aktif adalah n-heksan. Fraksi n-heksan memiliki nilai KHM 1,25% terhadap jamur Candida albicans. Golongan senyawa aktif yang terkandung adalah terpenoid.. Berdasarkan uji statistik oneway anova didapatkan dari masing-masing fraksi p value = 0,000 dengan nilai α = 0,05 (p<α) yang artinya ada perbedaan yang berpengaruh terhadap rerata diameter hambat dari tiap konsentrasi. Berdasarkan hasil uji post hoc ketokonazol masih lebih efektif bila dibandingkan dengan fraksi n-heksan terhadap Candida albicans dengan p value < 0,05.

Dapat disimpulkan bahwa Fraksi n-heksan lebih rendah aktivitas antijamurnya jika dibandingkan dengan ketokonazol.

 

Kata Kunci: Candida Albicans, Seledri (Apium graveolens L), Penelitian Eksperimen, in vitro

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI  TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG

Maya Fadlilah | Keperawatan | 2016 | views 589 kali

Latar Belakang : Peningkatan kesejahteraan terutama di bidang kesehatan menjadi sorotan penting untuk pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Timbulnya berbagai penyakit di masyarakat membawa dampak yang besar bagi kesejahteraan hidup mereka. Salah satu jenis penyakit yang terus berkembang dan mengalami peningkatan adalah penyakit hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi. Tujuan Penelitian :  Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Tresna Werdha Teratai Palembang tahun 2016. Metode Penelitian : Bentuk penelitian ini merupakan penelitian Pre Eksperimen dengan One – group pretest dan postest, yaitu kelompok subjek di observasi sebelum intervensi kemudian di observasi lagi setelah intervensi. Teknik sampling adalah sebagian dari Total Sampling yaitu 32 sampel pasien penderita hipertensi di Panti Tresna Werdha Teratai Palembang 2016. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Pre-Eksperiment pengambilan sampling dengan cara Total Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik pre test 158±13,3mmHg dan diastolik 93,4±7,45mmHg, dan tekanan darah sistolik posttest 136±8,4mmHg dan diastolik 82,81±5,8mmHg. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai signifikan untuk penurunan tekanan darah baik sistol maupun diastole p value = 0,000  artinya ada Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Tresna Werdha Palembang tahun 2016. Kesimpulan: semangka dapat dijadikan menu minuman kesehatan alternatif bagi lansia yang menderita Hipertensi di Panti Tresna Werdha Teratai Palembang.

 

Kata Kunci     : Pemberian Jus semangka, Lansia, dan Hipertensi

Daftar Pustaka          : 30 (2007-2015)

PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TENTANG REMATIK DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG

PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TENTANG REMATIK DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG

Trilia WM | Keperawatan | 2015 | views 737 kali

Rematik merupakan peradangan kronis, dimana sistem imun salah menyerang synovium (lapisan sel di dalam sendi) sehingga synovium meradang, menebal, dan berdampak sistemik. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap lansia tentang rematik di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang 2015. Penelitian ini penelitian deskriptif, sampel penelitian ini semua lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang, teknik pengambilan sampel dengan caraPurposive Sampling, instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan pada 5 April sampai dengan 14 Mei dengan jumlah responden sebanyak 46. Karakteristik responden diperoleh proporsi usia elderly (60-74 tahun) 56,5%, jenis kelamin sebagian besar perempuan 52,2%, tingkat pendidikan sekolah dasar 52,1%, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (52,2%) dan memiliki sikap kategori positif (52,2%) berdasarkan hasil yang didapat bahwa pengetahuan dan sikap lansia tentang rematik masih harus ditingkatkan lagi sehingga lansia yang mengalami rematik dapat berkurang. Saran dalam penelitian ini agar pihak panti dapat mempertahankan dan meningkatkan pelayanan kesehatan pada lansia sudah ada untuk lebih dijadwalkan lagi. Melakukan kegiatan atau intervensi yang dapat mengurangi penyakit rematik seperti olahraga secara konsisten dan mengambil istirahat yang secukupnya untuk memperbaiki kondisi fungsi fisik mereka.

 

Kata kunci          : Pengetahuan, Sikap, Rematik, Lansia.

PENGARUH LATIHAN YOGA TERHADAP  KUALITAS TIDUR PESERTA YOGA DI JETSET FITNESS CENTER PALEMBANG TAHUN 2016

PENGARUH LATIHAN YOGA TERHADAP KUALITAS TIDUR PESERTA YOGA DI JETSET FITNESS CENTER PALEMBANG TAHUN 2016

Yudi abdul Majid | Keperawatan | 2016 | views 1112 kali

Tidur merupakan kebutuhan dasar yang penting bagi kehidupan, sepertiga dari kehidupan manusia dijalankan dengan tidur. Penelitian menunjukkan bahwa kesehatan secara menyeluruh sangat terkait dengan tingkat pemenuhan kebutuhan tidur. Kekhawatiran hidup dan rutinitas kehidupan modern yang berlebihan bisa menyebabkan seseorang sulit tidur atau disebut juga menderita insomnia. Insomnia dapat menyebabkan berkurangnya waktu meregenerasi sel-sel tubuh, mengakibatkan daya tahan tubuh menurun, mudah tersinggung, menurunkan kemampuan berkonsentrasi yang berdampak pada penurunan produktivitas dan mudah terserang penyakit. Salah satu terapi non farmakologi adalah olahraga secara rutin, olahraga yang dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan tidur diantaranya adalah dengan senam yoga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor kualitas tidur peserta yoga sebelum dan sesudah latihan yoga di Jetset Fitness Center Palembang Tahun 2016. Rancangan penelitian adalah quasi experimen dengan pendekatan  pre and post test without control group. Pemilihan sampel dengan teknik total populasi yang terdiri dari 13 responden.  Kelompok perlakuan di intervensi yoga sebanyak 3 kali dalam seminggu. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna skor kualitas tidur responden antara sebelum dan sesudah latihan yoga (p value 0,002). Perbedaan tersebut terlihat dari rata-rata skor kualitas tidur responden sebelum dan sesudah latihan yoga. Latihan yoga yang dilakukan mengombinasikan pergerakan fisik, pernapasan, serta meditasi dapat membantu pikiran dan tubuh menjadi rileks, melancarkan peredaran darah, mencegah depresi, mengurangi stres sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa ada pengaruh latihan yoga terhadap kualitas tidur peserta senam yoga di Jetset Fitness Center Palembang Tahun 2016  

 

Kata Kunci: Kualitas Tidur, Yoga

HUBUNGAN ANTARA INSOMNIA DENGAN MINAT BELAJAR PADA MAHASISWA ASRAMA STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG

HUBUNGAN ANTARA INSOMNIA DENGAN MINAT BELAJAR PADA MAHASISWA ASRAMA STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Yudi abdul Majid | Keperawatan | 2015 | views 837 kali

Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Terpenuhinya kebutuhan istirahat dan tidur dapat berpengaruh positif bagi kesehatan tubuh, diantaranya dapat meningkatkan konsentrasi. Salah satu permasalahan gangguan tidur yang paling banyak ditemukan dimasyarakat adalah gangguan tidur yang sering disebut insomnia. Dampak dari gangguan tidur tersebut  adalah menurunnya konsentrasi, mudah jengkel, merasa mengantuk pada siang hari, merasa lelah dan mudah emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara insomnia dengan minat belajar pada mahasiswa asrama  STIKes Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini merupakan penelitiam kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, sampel penelitian ini adalah mahasiswa asrama STIKes Muhammadiyah, teknik pengambilan sampel dengan cara Simple Random Sampling, yang didapatkan jumlah sampel 79 responden. Uji statistik  yang digunakan adalah uji chi square. Dari hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara insomnia dengan minat belajar dengan (p value 0,126)). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan mahasiswa asrama dapat menggurangi insomnia mereka dengan upaya melakukan olahraga ringan secara teratur pada pagi hari dan menjaga pola makan setiap harinya. Dengan upaya ini akan menggurangi insomnia dan minat belajar mereka akan semakin meningkat dan baik.

 

Kata Kunci        : Mahasiswa Asrama, Insomnia, Minat Belajar