Welcome

isi welcome STIKes Muhammadiyah Palembang
<div>ANALISIS KEJADIAN PAYUDARA BENGKAK PADA IBU NIFAS DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI MALIAH PALEMBANG TAHUN 2016</div>

ANALISIS KEJADIAN PAYUDARA BENGKAK PADA IBU NIFAS DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI MALIAH PALEMBANG TAHUN 2016

Nen Sastri | Kebidanan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK
 
Menurut WHO tahun 2007 kurang lebih 40% wanita memilih untuk tidak menyusui dan banyak diantaranya mengalami nyeri dan pembengkakan payudara yang cukup nyata. Pembengkakan dan nyeri payudara mencapai puncaknya 3 sampai 5 hari postpartum. Sebanyak 10% wanita mungkin melaporkan nyeri berat hingga 14 hari post partum dan seperempat sampai setengah dari wanita tersebut mengkonsumsi analgesik untuk meredakan nyeri payudara pada masa nifas. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran karakteristik ibu nifas dengan payudara bengkak di BPM Maliah Tahun 2016. Penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan data sekunder, yang diperoleh melalui observasi rekam medik pasien ibu nifas. Populasi penelitian ini adalah semua ibu  nifas di BPM Maliah Palembang Tahun 2016. Pada saat dilakukan pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling dengan jumlah 113 ibu nifas. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian bahwa dari 113 ibu nifas yang usia resiko rendah sebanyak 68 orang, paritas multipara sebanyak 73 orang, pendidikan tinggi  sebanyak 69 orang, yang tidak bekerja sebanyak 72 orang, yang mengalami payudara bengkak sebanyak 32 orang. Simpulannya ada hubungan usia dengan kejadian payudara bengkak pada Ibu nifas, ada hubungan paritas  dengan kejadian payudara bengkak pada Ibu nifas, ada hubungan pendidikan dengan kejadian payudara bengkak pada Ibu nifas, ada hubungan pekerjaan dengan kejadian payudara bengkak pada Ibu nifas. 
 
Kata kunci : Payudara bengkak pada ibu nifas

HUBUNGAN UMUR, PENDIDIKAN, PEKERJAAN DENGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA PASIEN DI POLI KEBIDANAN RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHODIJAH PALEMBANG TAHUN 2016

HUBUNGAN UMUR, PENDIDIKAN, PEKERJAAN DENGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA PASIEN DI POLI KEBIDANAN RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHODIJAH PALEMBANG TAHUN 2016

Meta Nurbaiti | Keperawatan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK

Kanker serviks merupakan suatu keganasan yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan sel-sel epitel serviks yang tidak terkontrol. Kanker serviks menempati urutan kedua setelah kanker payudara sebagai kanker yang paling sering diderita wanita Indonesia. Setiap tahun diperkirakan 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia. Pemerintah Indonesia menargetkan minimal 80% wanita usia 30-50 tahun melakukan deteksi dini setiap 5 tahun sekali. Namun target yang ditetapkan tersebut belum tercapai, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan wanita tentang kanker serviks dan rendahnya kesadaran wanita untuk mengikuti deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan umur, pendidikan dan pekerjaan dengan pengetahuan tentang pencegahan dan deteksi dini kanker serviks pada pasien di poli kebidanan Rumah Sakit Islam Siti Khodijah Palembang Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien yang berobat di poli kebidanan Rumah Sakit Islam Siti Khodijah, jumlah sampel 35 orang dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling, metode yang digunakan accidental sampling.Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden yang berdasarkan umur didapatkan hasil responden yang berumur muda 25 responden (71,4%), berpendidikan tinggi 23 responden (65,7%), responden yang bekerja 20 (66,7%) pengetahuan baik 25 responden (71,4%)  Berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan p value 0,004 < ? (0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur dengan pengetahuan,p value 0,000 < ? (0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan dan p value 0,007<? (0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan pencegahan dan deteksi dini kanker pada wanita yang berobat di Poli Kebidanan Rumah Sakit Islam Siti Khodijah Palembang Tahun 2016. Disarankan hendaknya lebih sering mengadakan penyuluhan atau kegiatan sosialisasi seperti pembuatan leafleat atau poster tentang pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit kanker serviks yang dapat digunakan sebagai informasi bagi pasien yang berobat atau datang ke rumah sakit untuk menurunkan dan mencegah kejadian penyakit kanker serviks
 
Kata Kunci : Kanker serviks , umur, pendidikan, pekerjaan.

<div>PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERAWATAN KEPUTIHAN SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KESEHATAN DI SMAN 1 RAMBUTAN TAHUN 2016</div>

PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERAWATAN KEPUTIHAN SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KESEHATAN DI SMAN 1 RAMBUTAN TAHUN 2016

Mardalena | Kebidanan | 2017 | views 1 kali

ABSTRAK

Keputihan merupakan suatu kondisi dimana cairan yang berlebihan keluar dari vagina. Keputihan sering dianggap hal yang normal terjadi pada wanita, yang terjadi menjelang, pada saat, dan sesudah menstruasi. Keputihan sering juga dianggap sebagai hal yang umum dan sepele bagi wanita apalagi remaja sehingga kurangnya pengetahuan tentang keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan rancangan penelitiannya adalah one-group pratest-posttest design. Jumlah populasi 169 siswi dan didapat sampel penelitian 119 siswi di SMA N 1 Rambutan Tahun 2016 dengan menggunakan teknik Random Sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa bivariat Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata skor responden mengenai pengetahuan tentang cara perawatan keputihan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan yaitu 5,21 dan rata-rata skor responden mengenai pengetahuan tentang cara perawatan keputihan setelah dilakukan pendidikan kesehatan yaitu 8,40 Hasil Uji Wilxocon dengan batas nilai kemaknaan ? = 0,05 diperoleh nilai p = 0,000, karena nilai p value ≤ ? dapat diartikan terdapat perbedaan pengetahuan tentang cara perawatan keputihan pada remaja putri sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan bagi pihak penentu kebijakan dan instansi terkait untuk melakukan penyuluhan serta meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi.
 
Kata kunci : Keputihan, Pendidikan, kesehatan

<div>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  KUNJUNGAN MASA NIFAS DI PUSKESMAS NAGASWIDAK PLAJU PALEMBANG TAHUN  2013</div>

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  KUNJUNGAN MASA NIFAS DI PUSKESMAS NAGASWIDAK PLAJU PALEMBANG TAHUN  2013

Lilis Susanti | Kebidanan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK

Kematian dan kesakitan akibat komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas saat ini di dunia masih sangat tinggi. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama.Olehsebabituasuhan masa nifas sangat diperlukan dalam periode ini karena masa nifas merupakan masa kritis untuk ibu dan bayi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi  kunjungan masa nifas di Puskesmas Nagaswidak Plaju Palembang Tahun  2013. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu pasca masa nifas diatas ≥ 40 hari - 6 bulan di Puskesmas Nagaswidak Plaju Palembang Tahun 2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Non Random Sampling dengan tehnik Accidental Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian analisa univariat diperoleh bahwa Ibu yang melakukan kunjungan masa nifas standar sebanyak 21 responden (70,0%) dan yang tidak standar sebanyak 9 responden (30%), frekuensi ibu nifas yang bersikap positif sebanyak 24 responden (80%) dan yang mempunyai sikap negatif sebanyak 6 responden (20%), Frekuensi ibu nifas berpendidikan tinggi sebanyak 21 responden (70%) dan dengan pendidikan rendah sebanyak 9 responden (30%) dan frekuensi ibu nifas yang memiliki jarak kehamilan dengan risiko tinggi sebanyak 20 responden (66,7%) dan dengan risiko rendah sebanyak 10 responden (33,3%). Dari hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji chi-square maka terdapat hubungan bermakna antara sikap (p value = 0,005)pendidikan (p value = 0,008) dan jarak kehamilan (p value = 0,030) dengan kunjungan masa nifas di Puskesmas Nagaswidak Palembang tahun 2013.
 
Kata Kunci : Sikap, Pendidikan, Jarak Kehamilan dan Kunjungan Masa Nifas

DAMPAK SENAM AEROBIK LOW IMPACT TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN WANITA PREMENOPAUSE

DAMPAK SENAM AEROBIK LOW IMPACT TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN WANITA PREMENOPAUSE

M. Kus Fitriani Fruitasari | Kebidanan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK

Masa premenopause adalah masa dimana tubuh mulai bertransisi menuju menopause. Pada masa premenopause ini akan terjadi perubahan, yaitu mulai menurunnya fungsi reproduksi, perubahan hormon, perubahan fisik, maupun perubahan psikis. Salah satu cara dalam meningkatkan kebugaran tubuh ini adalah dengan olahraga, diantaranya senam aerobik low impact. Tujuan: Mengidentifikasi dampak senam aerobik low impact terhadap tingkat kebugaran wanita premenopause. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan praeksperimental dengan rancangan Static Group Comparison/Posttest Only Control, subyek penelitian ini sebanyak 96 wanita premenopause di Kelurahan Sukajaya Palembang. Pengumpulan data menggunakan pengukuran tingkat kebugaran dengan menggunakan metode Kasch Step Test. Analisa data perbedaan tingkat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Tingkat kebugaran kelompok intervensi lebih tinggi daripada tingkat kebugaran kelompok kontrol. Tingkat kebugaran  pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai ?=0,00 (?< 0,05). Kesimpulan: Tingkat kebugaran wanita premenopause yang mengikuti senam aerobik lebih tinggi daripada wanita premenopause yang tidak mengikuti senam aerobik 
 
Kata Kunci: senam aerobik low impact, wanita premenopause, tingkat kebugaran.

<div>TINDAKAN NON FARMAKOLOGI RELAKSASI BENSON  DALAM MENGATASI GANGGUAN TIDUR PADA PASIEN LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA  WARGA TAMA INDRALAYA  TAHUN 2016</div>

TINDAKAN NON FARMAKOLOGI RELAKSASI BENSON  DALAM MENGATASI GANGGUAN TIDUR PADA PASIEN LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA  WARGA TAMA INDRALAYA  TAHUN 2016

Kardewi | Keperawatan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK

Salah satu upaya yang dilakukan oleh lansia untuk meningkatkan kesejahteraannya adalah dengan memenuhi kebutuhan dasarnya. Salah satu kebutuhan dasar tersebut adalah kebutuhan tidur dan istirahat. Akan tetapi, sekitar 50% lansia mengalami insomnia atau sulit tidur. Insomnia pada lansia dapat diatasi dengan cara non farmakologi yang salah satunya adalah dengan relaksasi Benson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh relaksasi Benson dalam mengatasi gangguan tidur pada pasien lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre Experimental Design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 100 orang dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang ada di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sejumlah 31 responden, penelitian dilakukan pada tanggal 14-28 Januari 2016. Tingkat insomnia diukur dengan kuesioner sebelum dan sesudah diberi relaksasi Benson. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Uji-t. Simpulan:  bahwa relaksasi benson secara signifikan mempengaruhi insomnia pada lansia. Uji statistik yang digunakan adalah Uji-t “Paired Sample Test” dengan tingkat kepercayaan 95% atau ? = 0,05 (p = 0,000). Berdasarkan penelitian ini, maka peneliti menyarankan kepada perawat  untuk mengaplikasikan relaksasi Benson dengan benar dalam mengurangi insomnia pada lansia.
 
Kata Kunci: Lansia, insomnia dan relaksasi Benson

HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA AKSEPTOR KB DMPA DI PUSKESMAS PRABUMULIH BARAT

HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA AKSEPTOR KB DMPA DI PUSKESMAS PRABUMULIH BARAT

Intan Sari | Kebidanan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK

Metode kontrasepsi hormonal merupakan salah satu metode kontrasepsi yang memiliki efektifitas yang tinggi. Kontrasepsi hormonal dengan menggunakan suntik yang paling sering digunakan adalah DMPA. Mekanisme kerja dari kontrasepsi suntikan DMPA adalah mencegah ovulasi.Banyak akseptor kontrasepsi suntik yang mengeluhkan adanya perubahan tekanan darah, hal ini karena banyak akseptor yang memakai kontrasepsi suntik dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara  lama pemakaian kontrasepsi suntik (Depo Medroksi Progesteron Asetat) DMPA dengan perubahan tekanan darah  di Puskesmas Prabumulih Barat. Desain penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 69 orang, dengan menggunakan Total Sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji  Kendall Tau (?). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adahubungan antara  lama pemakaian kontrasepsi suntik (Depo Medroksi Progesteron Asetat) DMPA dengan perubahan tekanan darah  di Puskesmas Prabumulih Barat dengan nilai p = 0,025 (p < 0,05).Diharapkan akseptor KB suntik hendaknya banyak mengikuti informasi-informasi kesehatan, melalui media massa, elektronika dan media cetak serta penyuluhan oleh kader atau petugas kesehatan tentang metode kontrasepsi suntik dan efek sampingnya supaya ibu tahu kontrasepsi apa yang terbaik untuk dirinya.
 
Kata kunci : Lama pemakaian kontrasepsi suntik DMPA, perubahan tekanan darah

<div>PENGARUH TERAPI AKTIVITAS BERMAIN MENIUP BALON TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI PARU PADA ANAK DENGAN ASMA </div><div>DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI  KHODIJAH PALEMBANG </div>

PENGARUH TERAPI AKTIVITAS BERMAIN MENIUP BALON TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI PARU PADA ANAK DENGAN ASMA 
DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI  KHODIJAH PALEMBANG 

Evi Royani | Keperawatan | 2017 | views 1 kali

ABSTRAK

Di Amerika, terdapat 5 juta anak belasan tahun yang menderita asma dan setahunnya sekitar 160.000 anak usia sekolah yang masuk perawatan rumah sakit karena asma.  Pengobatan pada penderita asma dapat dilakukan secara farmakologi dan non  farmakologi salah satunya dengan teknik pernapasan menggunakan balon. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh  terapi  aktivitas  bermain meniup balon  terhadap perubahan fungsi  paru anak dengan asmadi Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang tahun 2015. Jenis penelitian pre-eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre test and post test design dengan menggunakan alat bantu berupa peak flow meter  dan balon. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang menderita asma yang di rawat di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang pada bulan April dan Mei tahun 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang didapat secara accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan perubahan fungsi paru anak dengan asma sebelum dilakukan terapi meniup balon didapatkan distribusi frekuensi responden yang fungsi parunya kurang baik sebanyak 30 responden (100%), dan setelah dilakukan terapi meniup balon didapatkan distribusi frekuensi responden yang fungsi parunya baik sebanyak 18 responden (60%) dan responden yang fungsi parunya kurang baik sebanyak 12 responden (40%). Ada perbedaan antara perubahan fungsi paru anak dengan asma sebelum dilakukan terapi meniup balon dan setelah dilakukan terapi meniup balon di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang tahun 2015 dengan nilai p value = 0,000 < 0,05. Saran penelitian diharapkan kepada petugas kesehatan dapat membantu pasien dalam meningkatkan fungsi paru anak salah satunya dengan menggunakan terapi bermain meniup balon.
 
Kata kunci      : Asma, Terapi Meniup Balon 

PERSEPSI IBU POST PARTUM TENTANG PEMBERIAN KOLOSTRUM DI RUANG KEBIDANAN RSUD BASEMAH PAGAR ALAM TAHUN 2016

PERSEPSI IBU POST PARTUM TENTANG PEMBERIAN KOLOSTRUM DI RUANG KEBIDANAN RSUD BASEMAH PAGAR ALAM TAHUN 2016

Ersita | Keperawatan | 2017 | views 1 kali

ABSTRAK

Di Indonesia, bayi baru lahir yang tidak mendapatkan kolostrum sebanyak 25,3%. Persentase ibu yang tidak memberikan kolostrum kepada bayi baru lahir di Sumatera Selatan sebanyak 11,1%. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui persepsi ibu post partum tentang pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November  2016 dengan tiga orang ibu post partum normal dan kepala ruangan kebidanan. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil wawancara mendalam dengan ibu post partum mengenai kognitif bahwa kolostrum adalah cairan kuning yang keluar setelah melahirkan sampai dengan hari ketiga, yang bermanfaat untuk kesehatan bayi supaya bayi tidak mudah terkena penyakit. Afektif ibu post partum ada yang kurang setuju dan merasa cemas karena masih ada budaya di daerah informan dan juga karena kurangnya informasi dari petugas kesehatan di ruang kebidanan mengenai kolostrum. Konatif ibu post partum ada yang memberikan dengan cara menyusui langsung dan ada yang menggunakan botol susu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan kognitif ibu post partum sudah baik, meskipun afektif ibu post partum masih ada yang kurang setuju dan merasa cemas, tetapi konatif ibu post partum sudah baik karena memberikan kolostrum kepada bayinya sampai hari ketiga. Disarankan petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang pemberian kolostrum kepada ibu-ibu hamil agar mengetahui manfaat dan mau memberikan kolostrum kepada bayi baru lahir.
 
Kata Kunci: Ibu Post Partum, Persepsi, Kolostrum

PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PENDERITA ARTRITIS REMATOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 4 ULU PALEMBANG TAHUN 2015

PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PENDERITA ARTRITIS REMATOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 4 ULU PALEMBANG TAHUN 2015

Dian Emilia Sari | Keperawatan | 2017 | views 3 kali

ABSTRAK

Artritis Reumatoid (AR) merupakan suatu penyakit autoimun yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosif simetrik yang walaupun terutama mengenai jaringan persendian, seringkali juga melibatkan organ tubuh lainnya Sebagian besar penderita menunjukkan gejala penyakit kronik yang hilang timbul, yang jika tidak diobati akan menyebabkan terjadinya kerusakan persendian dan deformitas sendi yang progresif yang menyebabkan disabilitas bahkan kematian dini.Pengobatan AR tidak hanya dilakukan dengan metode farmakologis saja, tetapi juga dapat dilakukan dengan cara nonfarmakologis.Salah satu pengobatan non farmakologis adalah dengan terapi kompres hangat. Kompres hangat adalah memberikan rasa hangat untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan nyeri, mengurangi atau mencegah spasme otot dan memberikan rasa hangat pada daerah tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian yang digunakan adalah rancangan ”Pre and Posttest Only Design”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres hangat dalam menurunkan skala nyeri pada penderita artritis rematoid di Wilayah Kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang Tahun 2015. Sampel penelitian ini berjumlah 62 orang, dan semuanya diukur skala nyeri sebelum dan sesudah dikompres hangat. Pengaruh kompres hangat dalam menurunkan skala nyeri pada penderita artritis rematoid akan dianalisis dengan menggunakan uji nonparametrik melalui uji wilcoxon.  Hasil penelitian pada skala nyeri sebelum dan sesudah dikompres hangat, menunjukkan ada perbedaan mean skala nyeri yang signifikan, yaitu mean sebelum dikompres hangat 4.81, dengan standar deviasi 0.991 (p.value 0.0001 <? = 0,05). Sedangkan pada skala nyeri sesudah dikompres hangat di dapatkan mean 1.38, dengan standar deviasi 1.013, sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres hangat yang dilakukan dapat menurunkan skala nyeri pada penderita artritis rematoid.  Diharapkan Pihak Puskesmas 4 Ulu Palembang dapat menjadikan terapi kompres hangat sebagai salah satu terapi komplemen
 
Kata Kunci : Kompres Hangat, Nyeri, Artritis rematoid