Registrasi

Nama :
Jenis Kelamin :
Institusi :
Telepon :
Alamat :
Foto :
    * max upload size 200 KB
Username (Email) :
Password :
Ulangi Password  
   

<div>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  KUNJUNGAN MASA NIFAS DI PUSKESMAS NAGASWIDAK PLAJU PALEMBANG TAHUN  2013</div>

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  KUNJUNGAN MASA NIFAS DI PUSKESMAS NAGASWIDAK PLAJU PALEMBANG TAHUN  2013

ABSTRAK

Kematian dan kesakitan akibat komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas saat ini di dunia masih sangat tinggi. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama.Olehsebabituasuhan masa nifas sangat diperlukan dalam periode ini karena masa nifas merupakan masa kritis untuk ibu dan bayi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi  kunjungan masa nifas di Puskesmas Nagaswidak Plaju Palembang Tahun  2013. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu pasca masa nifas diatas ≥ 40 hari - 6 bulan di Puskesmas Nagaswidak Plaju Palembang Tahun 2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Non Random Sampling dengan tehnik Accidental Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian analisa univariat diperoleh bahwa Ibu yang melakukan kunjungan masa nifas standar sebanyak 21 responden (70,0%) dan yang tidak standar sebanyak 9 responden (30%), frekuensi ibu nifas yang bersikap positif sebanyak 24 responden (80%) dan yang mempunyai sikap negatif sebanyak 6 responden (20%), Frekuensi ibu nifas berpendidikan tinggi sebanyak 21 responden (70%) dan dengan pendidikan rendah sebanyak 9 responden (30%) dan frekuensi ibu nifas yang memiliki jarak kehamilan dengan risiko tinggi sebanyak 20 responden (66,7%) dan dengan risiko rendah sebanyak 10 responden (33,3%). Dari hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji chi-square maka terdapat hubungan bermakna antara sikap (p value = 0,005)pendidikan (p value = 0,008) dan jarak kehamilan (p value = 0,030) dengan kunjungan masa nifas di Puskesmas Nagaswidak Palembang tahun 2013.
 
Kata Kunci : Sikap, Pendidikan, Jarak Kehamilan dan Kunjungan Masa Nifas

Lilis Susanti | Kebidanan | 2017 | views 0 kali

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI  TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG

Latar Belakang : Peningkatan kesejahteraan terutama di bidang kesehatan menjadi sorotan penting untuk pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Timbulnya berbagai penyakit di masyarakat membawa dampak yang besar bagi kesejahteraan hidup mereka. Salah satu jenis penyakit yang terus berkembang dan mengalami peningkatan adalah penyakit hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi. Tujuan Penelitian :  Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Tresna Werdha Teratai Palembang tahun 2016. Metode Penelitian : Bentuk penelitian ini merupakan penelitian Pre Eksperimen dengan One – group pretest dan postest, yaitu kelompok subjek di observasi sebelum intervensi kemudian di observasi lagi setelah intervensi. Teknik sampling adalah sebagian dari Total Sampling yaitu 32 sampel pasien penderita hipertensi di Panti Tresna Werdha Teratai Palembang 2016. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Pre-Eksperiment pengambilan sampling dengan cara Total Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik pre test 158±13,3mmHg dan diastolik 93,4±7,45mmHg, dan tekanan darah sistolik posttest 136±8,4mmHg dan diastolik 82,81±5,8mmHg. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai signifikan untuk penurunan tekanan darah baik sistol maupun diastole p value = 0,000  artinya ada Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Tresna Werdha Palembang tahun 2016. Kesimpulan: semangka dapat dijadikan menu minuman kesehatan alternatif bagi lansia yang menderita Hipertensi di Panti Tresna Werdha Teratai Palembang.

 

Kata Kunci     : Pemberian Jus semangka, Lansia, dan Hipertensi

Daftar Pustaka          : 30 (2007-2015)

Maya Fadlilah | Keperawatan | 2016 | views 337 kali

PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI BPM CHOIRUL MALA HUSIN PALEMBANG TAHUN 2015

PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI BPM CHOIRUL MALA HUSIN PALEMBANG TAHUN 2015

ABSTRAK

Kontrasepsi hormonal mempunyai banyak efek samping, seperti amenorea (30%), spoting (bercak darah) dan menoragia, mual, sakit kepala (17%) (pusing), galaktorea (44%), perubahan berat badan (9%). Peningkatan berat badan disebabkan oleh hormon progesteron yang merangsang hipotalamus lateral menyebabkan perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak dalam tubuh akan menjadi banyak dan terjadilah peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan berat badan akseptor KB. Sampel pada penelitian ini sebagian akseptor KB hormonal yang datang ke BPM Choirul Mala Husin. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebanyak 23 (76,7%)  responden mengalami kenaikkan berat badan lebih besar dibandingkan dengan responden yang mengalami penurunan berat badan yaitu sebanyak 7 (23,3%) responden, yang menggunakan kontrasepsi pil dan suntik sama besar yaitu sebanyak 15 (50%) responden. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan berat badan akseptor KB di BPM Choirul Mala Husin Palembang tahun 2015 (p value 0,040). Diharapkan agar petugas kesehatan dapat meningkatkan pelaksanaan penyuluhan dan konseling mengenai jenis kontrasepsi manfaat serta dampaknya apabila digunakan sehingga para akseptor KB menjadi lebih memahami tentang alat kontrasepsi yang mereka gunakan.
 
Kata Kunci: Perubahan Berat Badan, Kontrasepsi Hormonal

Reni Saswita | Kebidanan | 2017 | views 0 kali

<div>PERAN PERAWAT DALAM PERAWATAN LUKA DIABETIKUM (GANGREN)  DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT TK II DR AK GANI  PALEMBANG TAHUN 2014</div>

PERAN PERAWAT DALAM PERAWATAN LUKA DIABETIKUM (GANGREN)  DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT TK II DR AK GANI  PALEMBANG TAHUN 2014

ABSTRAK

Beberapa penelitian di Indonesia melaporkan bahwa angka kematian ulkus Gangren pada penyandang Diabetes Melitus antara 17 - 32 %, sedangkan angka laju amputasi berkisar antara 15 - 30 % (Soegondo et al, 2007). Setelah pengidap Diabetes Melitus menjalani amputasi, tiga tahun berikutnya sekitar 30 % diantaranya akan menjalani amputasi lagi pada bagian tubuh lainnya. Bahkan 2/3 dari penderita yang menjalani amputasi akan meninggal lima tahun kemudian. Para ahli diabetes memperkirakan ? sampai ? kejadian amputasi dapat dihindarkan dengan perawatan kaki yang baik (Kompas, 2006). Melalui penanganan profesional terhadap Luka Diabetikum, baik pencegahan dan perawatannya, diharapkan tindakan amputasi dapat dicegah. Penting bagi perawat untuk memahami dan mempelajari perawatan luka karena perawat bertanggung jawab terhadap evaluasi keadaan pembalutan selama 24 jam (Gitarja & Asmi, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perawat dalam perawatan Luka Diabetikum (Gangren) di Ru Dahlia RS TK II DR AK Gani Palembang. Menggunakan desain penelitian kualitatif melalui pendekatan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Informan pada penelitian ini berjumlah 6 orang. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2014 sampai dengan 5 Juli 2014. Hasil penelitian didapatkan bahwa secara keseluruhan perawat memiliki pengetahuan yang cukup baik, persepsi yang baik tentang peran perawat dalam perawatan Luka Diabetikum (Gangren), dan sudah memiliki motivasi dalam melakukan perawatan Luka Diabetikum (Gangren). Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk perawatan Luka Diabetikum (Gangren) belum tersedia. Supervisi sudah dilakukan secara berkesinambungan, fasilitas yang mendukung dalam perawatan Luka Diabetikum (Gangren) belum tersedia dengan maksimal. Diharapkan bagi pihak Rumah Sakit untuk lebih memfasilitasi peningkatan pengetahuan, segera menyusun Standar Prosedur Operasional (SPO) dan menambah fasilitas guna mendukung perawatan Luka Diabetikum (Gangren).
 
Kata Kunci : Perawatan Luka  Diabetikum  (Gangren)

Arly Febrianti | Keperawatan | 2017 | views 2 kali