Registrasi

Nama :
Jenis Kelamin :
Institusi :
Telepon :
Alamat :
Foto :
    * max upload size 200 KB
Username (Email) :
Password :
Ulangi Password  
   

<div>PERBEDAAN KUALITAS TIDUR LANSIA SETELAH MENDAPATKAN TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR DAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA TERATAI PALEMBANG TAHUN 2017</div>

PERBEDAAN KUALITAS TIDUR LANSIA SETELAH MENDAPATKAN TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR DAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA TERATAI PALEMBANG TAHUN 2017

ABSTRAK

Lansia merupakan fase akhir dalam rentang kehidupan dimana seseorang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Indonesia menuju negara  dalam kelompok berstruktur lansia (ageing population), data Badan Pusat Statistik tahun 2015 jumlah lansia di Indonesia mencapai 25,48 juta jiwa dan tahun 2025 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memperkirakan jumlah lansia mencapai 36 juta jiwa, jumlah tersebut merupakan jumlah penduduk lansia terbesar di dunia. Masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada lansia tersebut adalah insomnia atau ketidakmampuan dalam mencapai kualitas dan kuantitas tidur yang efektif. Dampak lanjut yang ditimbulkan menyebabkan lansia rentan terhadap penyakit, stres, gangguan orientasi, tidak mood, kurang fresh, kurang konsentrasi yang akhirnya akan berlanjut pada penurunan kualitas hidup pada lansia. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk masalah tersebut yaitu dengan terapi akupresur dan musik instrumental. Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur lansia antara sesudah terapi akupresur dan musik instrumental di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang tahun 2017. Metode Penelitian menggunakan Quasy-eksperimental dengan rancangan pre-test and post test without control group design uji statistic menggunakan wilcoxcon, uji t independent dan mann-whitney. Teknik sampling menggunakan total populasi dengan jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia sebelum dan sesudah terapi akupresur dengan nilai P value 0,001 dan terdapat perbedaan perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia sebelum dan sesudah terapi musik instrumetal dengan nilai P value 0,001. Pada uji mann-whitney di dapatkan hasil terdapat perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia di Panti Sosial Tesna Werdha Teratai Palembang sesudah mendapatkan terapi akupresur dan musik instrumental denagan nilai P value 0,038 dengan nilai mean rank akupresur (12,30) dan terapi musik instrumental (18,70). Disimpulkan bahwa ada perbedaan kualitas tidur lansia sesudah mendapatkan terapi akupresur dan musik instrumental, terapi akupresur lebih efektif dari pada terapi musik instrumental.
 
Kata Kunci : Akupresur, Insomnia, Kualitas Tidur, Lansia, Musik Intrumental

Yudi Abdul Majid | Keperawatan | 2017 | views 304 kali

<div>ANALISIS KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI ELLNA PALEMBANG TAHUN 2017</div>

ANALISIS KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI ELLNA PALEMBANG TAHUN 2017

ABSTRAK

 
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa. Diperkirakan 800 perempuan meninggal setiap harinya akibat komplikasi kehamilan dan kelahiran. Sekitar 80% kematian seorang wanita terjadi saat hamil, bersalin, atau 42 hari setelah persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadap persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran karakteristik ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di BPM Ellna Palembang Tahun 2017.Penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan case control.Menggunakan data sekunder, yang diperoleh melalui observasi rekam medik pasien ibu hamil trimester I. Populasi penelitian ini adalah semua ibu  hamil di BPM Ellna Palembang pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei Tahun 2017. Pada saat dilakukan pengambilan sampel dengan tehnik total populasi dengan jumlah 78ibu hamil. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian bahwa dari 78 ibu hamilyang usia resiko rendah sebanyak 46 orang, paritas 1->3) sebanyak 46 orang, ibu hamil yang tidak bekerja sebanyak 66 orang, yang mengalami hiperemesis gravidarum sebanyak 47 orang.  Simpulannya ada hubungan usia dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil, ada hubungan paritas  dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil, ada hubungan pekerjaan dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil.
Kata kunci: Hiperemesis Gravidarum pada ibu hamil

Nen Sastri | Kebidanan | 2017 | views 169 kali

<div>Hubungan Konsep Diri dengan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia Secara Holistik Berdasarkan Teori Abraham Maslow pada Anak Usia 6-12 Tahun  yang Tinggal Di Panti Asuhan Pondok Pesantren Subul’Ussalam Palembang</div>

Hubungan Konsep Diri dengan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia Secara Holistik Berdasarkan Teori Abraham Maslow pada Anak Usia 6-12 Tahun  yang Tinggal Di Panti Asuhan Pondok Pesantren Subul’Ussalam Palembang

ABSTRAK
 
Pada tahun 2013 dari 3348 panti asuhan hanya 1270  yang terbina oleh puskesmas, mengindikasikan belum terbinanya anak-anak yang tinggal di panti asuhan secara optimal sehingga situasi ini adanya keterbatasan ruang gerak bagi anak1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia secara holistic berdasarkan Teori Abraham Maslow pada anak  usia 6-12 tahun di panti asuhan pondok pesantren Subul’Ussalam Palembang Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah semua Anak yang tinggal di panti asuhan pondok pesantren Subul’Ussalam Palembang tehnik pengambilan sampel dengan total sampling sehingga didapatkan 30 responden. Analisa data di lakukan adalah analisa bivariat, instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Hasil uji statistik chi square didapatkan P value = 0,012 ( < ? 0,05) ada hubungan antara gambaran diri dengan pemenuhan kebutuhan. Hasil uji statistik chi square didapatkan P value = 0,03 ( < ? 0,05) ada hubungan antara ideal diri dengan pemenuhan kebutuhan. Hasil uji statistik chi square didapatkan P value = 0,215 ( > ? 0,05) tidak ada hubungan antara Harga diri dengan pemenuhan kebutuhan. Hasil uji statistik chi square didapatkan P value = 0,013 ( < ? 0,05) ada hubungan antara peran diri dengan pemenuhan kebutuhan. Hasil uji statistik chi square didapatkan P value = 0,340 ( > ? 0,05) tidak ada hubungan antara Identitas diri dengan pemenuhan kebutuhan. Pihak panti diharapkan meningkatkan peran dipanti asuhan khususnya tinggal dipanti asuhan dalam memberikan informasi kesehatan dan memberikan motivasi kepada anak sehingga memiliki konsep diri yang positif.
Kata Kunci  : konsep diri, kebutuhan dasar manusia, anak 

Puji Setyarini | Keperawatan | 2017 | views 116 kali

<div>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK BEBAS UNTUK PENGOBATAN SENDIRI PADA MAHASISWA PSIK ANGKATAN 2015  STIKes MUHAMMADIYAH PALEMBANG</div>

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK BEBAS UNTUK PENGOBATAN SENDIRI PADA MAHASISWA PSIK ANGKATAN 2015  STIKes MUHAMMADIYAH PALEMBANG

ABSTRAK

Analgetik merupakan senyawa yang dalam dosis terapeutik meringankan atau menekan rasa nyeri. Pengobatan sendiri merupakan upaya yang dilakukan untuk menyembuhkan diri sendiri yang sedang sakit dengan menggunakan obat-obatan ataupun pengobatan alternatif. Efek samping yang tidak diinginkan dari penggunaan analgetik yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan resep dokter untuk pengobatan sendiri seperti tukak lambung, mual, vomitus, resiko perdarahan, maag, telinga berdengung, gangguan darah dan lain-lain). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dalam penggunaan obat Analgetik bebas untuk pengobatan sendiri pada mahasiswa PSIK angkatan 2017 STIKes Muhammadiyah Palembang yang dilakukan pada 1 Januari sampai 27 April 2017. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian ”Survei Analitik” dengan pendekatan ”Cross Sectional”. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling  pada mahasiswa PSIK angkatan 2015 STIKes Muhammadiyah Palembang yang berjumlah 91 orang. Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa pengetahuan baik sebanyak 83 responden (91,2%), sikap positif sebanyak 79 responden (86,6%) dan yang melakukan penggunaan obat analgetik bebas untuk pengobatan sendiri sebanyak 75 responden (82,4%). Hasil uji chi square didapatkan hasil terdapat hubungan signifikan pengetahuan (pvalue = 0,030) dan sikap ( pvalue = 0,033) dalam penggunaan obat analgetik bebas untuk pengobatan sendiri. Kesimpulan : Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dalam penggunaan obat analgetik bebas untuk pengobatan sendiri pada mahasiswa PSIK angkatan 2015 STIKes Muhammadiyah Palembang.
 
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap dan Pengobatan Sendiri.

Trilia WM | Keperawatan | 2017 | views 218 kali