Welcome

isi welcome STIKes Muhammadiyah Palembang
EFFECTIVENESS OF ACUPRESSURE AS A COMPLEMENTARY THERAPY FOR ENHANCING THE SLEEP QUALITY OF INSOMNIACS

EFFECTIVENESS OF ACUPRESSURE AS A COMPLEMENTARY THERAPY FOR ENHANCING THE SLEEP QUALITY OF INSOMNIACS

Yudi Abdul Majid | Keperawatan | 2014 | views 139 kali

ABSTRACT

 

Background. Insomnia is a sleep disorder the prevalence of which is considerably high in the world. It causes a decrease in the sufferer’s sleep quality. The decreased quality of sleep negatively affects the status of health, capability of activity performance, and quality of life. Insomnia management could be made by either pharmacological or non-pharmacological ways. However, some concerns about the side effects of consuming drugs that insomniacs express make complementary therapies an alternative for a therapy option. As a cheaper, easier, and safer complementary therapy because it has no side effect, acupressure may be used as one of the therapies for enhancing insomniacs’ sleep quality. Purpose: To evaluate the effectiveness of acupressure therapy on insomniacs’ sleep quality. Method. This Review Article included the results of some researchers published in database proquest, ebscho, pubmed, cochrane dan scholar google. There were 16 research results included in this Review Article. Results. Acupressure is a traditional Chinese medicine technique applying an acupuncture points massage (acupoint). Acupressure is a complementary therapy that is effective in enhancing insomniacs’ sleep quality. The research results in this Review Article showed some significant differences in the scores of sleep quality as seen from Pitsburgh Sleep Quality Index (PSQI) in general and the subcomponents of sleep quality that consist of: subjective sleep quality, sleep latency, sleep duration, sleep efficiency, sleep disorder, and day sleep dysfunction after being treated with an acupressure therapy. Conclusion. Acupressure was effective in enhancing the sleep quality of the sufferers of both primary and secondary insomnia. 

 

Keywords: Acupressure, Insomnia, Sleep Quality 

PENGARUH CARA PENYAJIAN DAN LAMANYA WAKTU PAJANAN TERHADAP KUALITAS SUSU FORMULA ANAK-ANAK

PENGARUH CARA PENYAJIAN DAN LAMANYA WAKTU PAJANAN TERHADAP KUALITAS SUSU FORMULA ANAK-ANAK

Ra. Hoetary Tirta Amallia | Kesehatan Lingkungan | 2014 | views 256 kali

Abstrak 

 

Susu adalah bahan pangan yang sangat baik bagi kehidupan manusia terutama pada anak-anak karena komposisinya yang ideal. Susu formula adalah susu yang dibuat dari susu sapi sebagai pengganti ASI. Alasan ibu tidak memberikan ASI, karena waktu ibu bekerja dan ASI yang tidak cukup. Nilai gizi yang tinggi menyebabkan air susu mudah rusak karena merupakan media yang disukai oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan dan perkembangannya sehingga dalam waktu yang sangat singkat air susu sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara penyajian dan lamanya waktu pajanan terhadap kualitas susu formula anak-anak. Penelitian ini bersifat diskriptif analitik dengan menggunakan metode eksperimen murni. Sampel penelitiannya adalah susu formula 0-6 bulan tanpa mengandung gula tambahan dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak. Pengumpulan data dengan menggunakan data primer sebagai responden Analisa data menggunakan Uji ANOVA dengan tingkat kemaknaan P.value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata angka coliform pada kelompok A (> 700C < 2 jam) 6/100ml, B (> 700C > 2 jam) 12/100ml, C (< 700C < 2 jam) 112/100ml, dan D (< 700C > 2 jam) 764/100ml. Dari hasil uji bivariat pada kelompok A dengan kelompok C memilik nilai P.value 0,04 sedangkan pada kelompok B dan kelompok A memiliki nilai P.value 0,012 ini berarti nilainya signifikan atau bermakna karena nilai P.value < 0,05 berarti antara suhu air dan lamanya waktu pajanan saling mempengaruhi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan adanya pengaruh antara suhu air dan lamaya waktu pajanan. Disarankan Agar ibu-ibu dan masyarakat supaya lebih memperhatikan cara menyiapkan susu formula dengan kualitas yang baik. 

 

Kata kunci : Suhu Air dan Lamanya Waktu Pajanan 

ANALISIS KADAR TIMBAL (PB) DALAM DARAH TUKANG OJEK DIPANGKALAN OJEK KM 5 PALEMBANG 2014

ANALISIS KADAR TIMBAL (PB) DALAM DARAH TUKANG OJEK DIPANGKALAN OJEK KM 5 PALEMBANG 2014

Rosmiarti, R.A Hoetary | Kesehatan Lingkungan | 2014 | views 180 kali

ABSTRAK 

 

Timbal merupakan polutan udara utama di udara perkotaan selain sulphur dioksida (SO2), partikulat tersuspensi (suspended particulate matter), nitrogen oksida (NOx), dan karbon monoksida (CO). Diudara sebagian besar zat polutan Pb berasal dari zat buangan kendaraan. Dampak paparan Pb terhadap kesehatan manusia adalah kerusakan ginjal, hipertensi, anemia, kerusakan saraf pusat, perubahan tingkah laku, gangguan fertilitas, keguguran janin, menurunkan IQ anak serta menghambat pembentukan Hemoglobin. Tukang ojek merupakan salah satu pengguna jalan yang rentan terhadap adanya kadar Timbal (Pb) dalam darah karena sering berada dijalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan Timbal (Pb) dalam darah tukang ojek dipangkalan ojek KM 5 Palembang. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Analitik dengan desain cross sectional menggunakan uji ANOVA sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan masker ada hubungannya dengan kadar Timbal dalam darah dengan nilai p-value 0,012. Maka, tukang ojek disarankan menggunakan masker pada saat bekerja untuk meminimalisir masuknya kadar Timbal ke dalam tubuh. 

 

Kata kunci : Kadar Pb dalam darah, Umur, Penggunaan Masker dan Lama Bekerja

Hubungan antara pengetahuan dan paritas dengan mobilisasi dini pada ibu nifas di Desa Rambutan Wilayah Puskesmas Simpang Rambutan tahun 2014

Hubungan antara pengetahuan dan paritas dengan mobilisasi dini pada ibu nifas di Desa Rambutan Wilayah Puskesmas Simpang Rambutan tahun 2014

Joyce Angela Yunica | Kebidanan | 2014 | views 184 kali

Abstrak 

 

Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes RI, AKI tahun 2012 di Indonesia sebesar 357 per 100.000 kelahiran hidup. Perdarahan dan infeksi dapat terjadi pada masa nifas yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga sangat diperlukan perhatian besar pada ibu masa nifas untuk mendapatkan pemulihan seperti sebelum melahirkan. Salah satu perawatan ibu masa nifas (post partum) adalah mobilisasi dini. Setiap ibu menginginkan agar perslinan dan nifasnya berlangsung dengan normal tanpa adanya komplikasi, akan tetapi banyak ibu tidak mengetahui pentingnya melakukan mobilisasi dini pada masa nifas. Oleh karena itu ingin diketahui apakah ada hubungan Pengetahuan dan Paritas dengan Mobilisasi Dini pada Ibu Nifas di Desa Rambutan Wilayah Puskesmas Simpang Rambutan Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Mei - Juni 2014 dengan sampel berjumlah 40 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan ibu nifas yang berpengetahuan Baik 27 responden (67,5%) dan yang berpengetahuan kurang 13 responden ( 32,5 %, ibu nifas yang paritas tinggi 26 responden (65,5%) dan yang paritas rendah yaitu sebanyak 14 responden ( 35%) dan ibu nifas yang melakukan mobilisasi dini 30 responden ( 75%) dan tidak melakukan mobilisasi dini 10 responden (25%). Dari hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai P value 0,01 disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan mobilisasi dini pada ibu nifas. Dari hasul uji statistik Chi-Square didapatkan nilai P value 0,02 berarti lebih kecil dari α < 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan mobilisasi dini pada ibu nifas. 

 

Kata kunci : pengetahuan, paritas dan mobilisasi dini

PENGALAMAN PERUBAHAN IDENTITAS DIRI PADA WARIA: STUDI FENOMENOLOGI

PENGALAMAN PERUBAHAN IDENTITAS DIRI PADA WARIA: STUDI FENOMENOLOGI

Inne Yelisni | Keperawatan | 2014 | views 228 kali

Abstrak 

 

Salah satu fenomena yang sering ditemukan dalam masyarakat adalah fenomena waria atau lebih sering dikenal dengan sebutan transgender. Transgender merupakan keadaan dimana seseorang mengasosiasikan dirinya dengan jenis kelamin yang berbeda, namun tidak memiliki ketertarikan untuk melakukan perubahan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman perubahan identitas diri pada waria. Desain penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan pada 8 partisipan yang belum merubah bentuk fisiknya dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian didapatkan 7 tema terkait pengalaman perubahan identitas diri yaitu peran pola asuh permisif dalam perubahan perilaku, peran lingkungan mendukung perubahan perilaku, krisis identitas, respon keluarga terhadap perubahan identitas, stigma terhadap warial, penerimaan keluarga terhadap perubahan identitas, dan nyaman menjadi perempuan. Dari hasil penelitian yang didapatkan diharapkan kepada perawat puskesmas untuk meningkatkan kunjungan rumah terutama bagi keluarga yang mempunyai anak dari usia prasekolah sampai remaja untuk mengoptimalkan tahapan perkembangan mengenal identitas diri pada anak.

 

Kata Kunci: waria , identitas diri, 

ANALISIS DETERMINAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2014

ANALISIS DETERMINAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2014

Heryanti | Kebidanan | 2014 | views 172 kali

Abstrak

 

Penggunaan AKDR masih tergolong rendah, padahal banyak sekali keunggulan AKDR yakni sebagai alat kontrasepsi yang efektif mempunyai angka kegagalan rendah yaitu terjadi 1-3 kehamilan/100 perempuan (akseptor). Tujuan penelitian diketahuinya faktor determinan yang mempengaruhi penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014. Desain penelitian ini cross sectional, populasinya seluruh akseptor KB di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2013, yaitu berjumlah 384 akseptor. Metode pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling sebanyak 88 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat dengan chi square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara faktor umur (p value 0,001), faktor pendidikan (p value 0,005), faktor paritas ( p value 0,004), faktor pendapatan (p value 0,004), faktor keyakinan (p value 0,011), faktor budaya dengan (p value 0,020), faktor dukungan suami (p value 0,002), dan faktor pengetahuan (p value 0,005) dengan penggunaan AKDR. Analisis multivariat didapatkan dukungan suami yang menjadi faktor dominan dalam penggunaan AKDR dengan OR (odds ratio) 7,047 dan kontribusi dukungan suami terhadap penggunaan AKDR adalah 24,28%. Bagi Rumah Sakit disarankan perlunya peningkatan konseling pra pemasangan dan pasca pemasangan AKDR, serta keterlibatan yang lebih besar dari petugas KB perempuan dalam setiap pelayanan AKDR. Selain itu peningkatan partisipasi suami bukan hanya dengan memberikan dukungan kepada istrinya untuk menggunakan kontrasepsi AKDR tetapi dapat menjadi peserta KB secara langsung. Bagi Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali alasan rendahnya peminat akseptor menggunakan AKDR. 

 

Kata kunci : Dukungan Suami dan AKDR 

HUBUNGAN PROMOSI KESEHATAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS V DI SD NEGERI 46 KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2014

HUBUNGAN PROMOSI KESEHATAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS V DI SD NEGERI 46 KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2014

Cikwi, Zuraidah | Keperawatan | 2014 | views 216 kali

ABSTRAK 

 

Miopi adalah suatu keadaan mata yang mempunyai kekuatan pembiasan sinar yang berlebihan sehingga sinar sejajar yang datang dibiaskan didepan retina (sidarta, 2008). Angka kejadian didunia terus meningkat, menurut WHO pada tahun 2004 menunjukkan angka kejadian 10% dari 66 juta anak sekolah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiHubunganPromosi Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Miopia padaSiswa KelasV Di SD Negeri 46Kota Lubuklinggau Tahun 2014.Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan preeksperimen One Group Pretest dan Posttest. Populasi penelitian adalah semuasiswa kelas V SDNegeri 46 Kota Lubuklinggau Tahun 2014 berjumlah 128 siswa. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan cara acak sederhana (simple random sampling) sebanyak 55 sampel. Dikumpulkan langsung dari responden melalui angket dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian responden yang memiliki nilai rata-rata pengetahuan pertama adalah nilai 72,27 dengan standar devisiasi 14,937. Pada pengukuran kedua didapat nilai rata-rata pengetahuan adalah 85,49 dengan standar deviasi10,93. Nilai mean ada perbedaan antara pengukuran pertama dan kedua adalah -13,218 dengan standar deviasi 12.224. Berdasarkan analisis uji statistik T.Test dependent didapatkan nilai p.value=0,00 maka dapat disimpulkan ada perbedaan signifikan antara pengetahuan pertama dan kedua setelah promosi kesehatan di SD Negeri 46 kota Lubuk linggau tahun 2014.Berdasarkan penelitian ini untuk mencegah terjadinya miopi diharapkan kepada siswa untuk tidak membaca terlalu dekat, ruangan untuk membaca harus cukup terang, hindari membaca sambil tiduran, Jangan terlalu dekat dengan layar televisi/komputer dan makanlah makanan yang bermanfaat bagi mata. 

 

Kata kuci : Promosi Kesehatan, Pengetahuan 

Pengaruh Hipnoterapi Motivasi Terhadap Tingkat Stres dan Motivasi Belajar Mahasiswa PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang 2014

Pengaruh Hipnoterapi Motivasi Terhadap Tingkat Stres dan Motivasi Belajar Mahasiswa PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang 2014

Suzanna, Trilia, Sukron | Keperawatan | 2014 | views 198 kali

ABSTRAK 

 

Motivasi belajar yang timbul berupa kekuatan yang memberikan dorongan dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan yang berasal dari dalam diri siswa (Intrinsik) sendiri maupun dari faktor luar diri siswa (Ekstrinsik) yang mempengaruhinya. Menurut Gadzella (2001) mengemukakan bahwa ada lima kategori stresor yang dialami oleh mahasiswa yaitu frustasi, konflik, tekanan, perubahan-perubahan, keinginan diri. Hipnoterapi merupakan salah satu metode yang terbukti dan sangat efektif untuk mengatasi stres. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh Hipnoterapi Motivasi terhadap tingkat stres dan motivasi belajar mahasiswa PSIK. Sampel yang digunakan dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan dengan Quasi Eksperiment dengan One Group Prestest Postes uji T. Ada pengaruh yang signifikan antara skor tingkat stres mahasiswa sebelum dan sesudah Selisih skor rata-rata adalah 45,86 dengan nilai P value 0,000. Ada pengaruh yang signifikan antara motivasi masiswa sebelum dan sesudah. Selisih skor rata-rata adalah 15,8 dengan nilai P value 0,000. Dapat dijadikan bahan acuan untuk mendeteksi dini tingkat stres dan motivasi belajar mahasiswa serta mampu menjadi sebuah alternatif yang dapat dilakukan melalui terapi hipnomotivasi khususnya untuk mahasiswa yang bermasalah dengan membuat program terjadwal oleh BKMAIK STIKes Muhammadiyah palembang. 

 

Keyword : motivasi, stres dan hipnoterapy 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL DALAM MEMILIH PENOLONG PERSALINAN DI DESA KARYA JAYA WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KARYA MUKTI KECAMATAN SINAR PENINJAUAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2013

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL DALAM MEMILIH PENOLONG PERSALINAN DI DESA KARYA JAYA WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KARYA MUKTI KECAMATAN SINAR PENINJAUAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2013

Heriani | Kebidanan | 2014 | views 160 kali

ABSTRAK 

 

Tujuan: untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam memilih penolong persalinan di Desa Karya Jaya Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karya Mukti Kecamatan Sinar Peninjauan Kabupaten OKU tahun 2013. 

Metode: penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil Bulan Januari-April tahun 2013 sebanyak 49 ibu hamil, dan waktu penelitian dari Bulan Mei-Juli tahun 2013. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan tabel distribusi dan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%. 

Hasil penelitian: pada analisa univariat, dari 59 responden didapatkan 77,6% yang memilih penolong persalinan oleh tenaga kesehatan dan 22,4% yang memilih penolong persalinan oleh non tenaga kesehatan. Responden dengan pendidikan tinggi sebesar 79,6% dan responden yang berpendidikan rendah sebesar 20,4%, responden dengan pengetahuan baik sebesar 81,6% dan responden yang berpengetahuan kurang sebesar 18,4%, dan status ekonomi tinggi sebesar 83,7% sedangkan status ekonomi rendah sebesar 16,3%. Analisa bivariat pendidikan ada hubungan yang bermakna antara pemilih penolong persalinan dengan p value 0,006, pengetahuan ada hubungan yang bermakna antara pemilih penolong persalinan dengan p value 0,028 dan status ekonomi juga ada hubungan yang bermakna antara pemilih penolong persalinan dengan p value 0,012. 

Simpulan: ada hubungan yang bermakna antara pendidikan, pengetahuan dan status ekonomi dengan pemilihan penolong persalinan. 

 

Kata Kunci : pemilihan penolong persalinan, pendidikan, pengetahuan dan status ekonomi 

FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DIKELURAHAN BUMI AGUNG WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MUARADUA KABUPATEN OKU SELATAN

FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DIKELURAHAN BUMI AGUNG WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MUARADUA KABUPATEN OKU SELATAN

Beta Apriani, Heriyani, Yudi Budianto | Keperawatan | 2014 | views 155 kali

ABSTRACT 

 

According to the data got from Departement of Health profile sub province Ogan Komering Ulu Selatan show Diarrhea disease in the top 10(ten) most disease. According to data Diarrhea cases of 2013 in Puskesmas Muaradua from 4,7% increase to 5,5%. The purpose of this study to determine enviromental factor related to the occurrence of Diarrhea at children under in the village Bumi Agung Muardua districk sub OKU Selatan 2014. 

Analytic survey research was conducted with a croos- sectional design using primary data from direct communication with questionnaire filling and check list. Population in this research that all mothers who have children under in the village Bumi Agung and the number of sample 118 respondents. Data analysis with univariate analysis to obtain the frequency ditribution and In bivariate analysis conducted tabulation process crosstabs with Chi-Square test. 

The result of this study Bivariate: (1) there is a significant association between use of clean water with occurrence of Diarrhea at children under five, with a p value 0,000; (2) there is a significant association between use 

of habits wast water large with occurrence of Diarrhea at children under five, with a p value 0,001;(3) there is a significant association between use of landfills with occurrence of Diarrhea at children under five, with a p value 0,000; (4) there is a significant association between use of wastewater disposal with occurrence of Diarrhea at children under five, with a p value 0,000. 

Several recommendations be expected to Puskesmas Muaradua to optimize health concelling about diases source of clean water, habits wast water large, landfills and wastewater disposal for in addition to other recearhers are expected to develop variables observed in order to achieve wholly problem solving.

 

Keyword :Diarrhea, clean water, habits wast water large, landfills and wastewater disposal