Welcome

isi welcome STIKes Muhammadiyah Palembang
<div>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN  AMBULASI DINI PADA PASIEN  POST OPERASI  DIRUANG RAWAT INAP RSI SITI KHADIJAH  PALEMBANG</div>

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN  AMBULASI DINI PADA PASIEN  POST OPERASI  DIRUANG RAWAT INAP RSI SITI KHADIJAH  PALEMBANG

Yunilda Rosa | Keperawatan | 2017 | views 4 kali

ABSTRAK
 
Peningkatan kasus pembedahan perlu dibawa operasi, diperlukan ambulasi dini bagi pasien pasca operasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menghubungkan ambulasi dini terhadap pasien pasca operasi di rawat inap RSUD Siti Khadijah Palembang. Metode kuantitatif melalui pendekatan cross sectional . Teknik sampling yang digunakan dengan accidental sampling. Jumlah sampel adalah 34 responden. Analisis univariat dan bivariat melalui analisis chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara skala nyeri dan ambulasi dengan p-value = 0,00, knowledge ambulation dengan p-value = 0.00, dan emotional ambulation dengan p-value = 0.00 Akhirnya diharapkan petugas kesehatan dapat Informasikan pentingnya ambulasi dini kepada pasien sampai menjadi homed untuk menurunkan atrofi otot dan infeksi.
 
Kata kunci: rasa sakit, pengetahuan, emosi, awal ambulasi pasca operas

<div>PERBEDAAN KUALITAS TIDUR LANSIA SETELAH MENDAPATKAN TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR DAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA TERATAI PALEMBANG TAHUN 2017</div>

PERBEDAAN KUALITAS TIDUR LANSIA SETELAH MENDAPATKAN TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR DAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA TERATAI PALEMBANG TAHUN 2017

Yudi Abdul Majid | Keperawatan | 2017 | views 2 kali

ABSTRAK

Lansia merupakan fase akhir dalam rentang kehidupan dimana seseorang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Indonesia menuju negara  dalam kelompok berstruktur lansia (ageing population), data Badan Pusat Statistik tahun 2015 jumlah lansia di Indonesia mencapai 25,48 juta jiwa dan tahun 2025 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memperkirakan jumlah lansia mencapai 36 juta jiwa, jumlah tersebut merupakan jumlah penduduk lansia terbesar di dunia. Masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada lansia tersebut adalah insomnia atau ketidakmampuan dalam mencapai kualitas dan kuantitas tidur yang efektif. Dampak lanjut yang ditimbulkan menyebabkan lansia rentan terhadap penyakit, stres, gangguan orientasi, tidak mood, kurang fresh, kurang konsentrasi yang akhirnya akan berlanjut pada penurunan kualitas hidup pada lansia. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk masalah tersebut yaitu dengan terapi akupresur dan musik instrumental. Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur lansia antara sesudah terapi akupresur dan musik instrumental di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang tahun 2017. Metode Penelitian menggunakan Quasy-eksperimental dengan rancangan pre-test and post test without control group design uji statistic menggunakan wilcoxcon, uji t independent dan mann-whitney. Teknik sampling menggunakan total populasi dengan jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia sebelum dan sesudah terapi akupresur dengan nilai P value 0,001 dan terdapat perbedaan perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia sebelum dan sesudah terapi musik instrumetal dengan nilai P value 0,001. Pada uji mann-whitney di dapatkan hasil terdapat perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia di Panti Sosial Tesna Werdha Teratai Palembang sesudah mendapatkan terapi akupresur dan musik instrumental denagan nilai P value 0,038 dengan nilai mean rank akupresur (12,30) dan terapi musik instrumental (18,70). Disimpulkan bahwa ada perbedaan kualitas tidur lansia sesudah mendapatkan terapi akupresur dan musik instrumental, terapi akupresur lebih efektif dari pada terapi musik instrumental.
 
Kata Kunci : Akupresur, Insomnia, Kualitas Tidur, Lansia, Musik Intrumental

<div>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK BEBAS UNTUK PENGOBATAN SENDIRI PADA MAHASISWA PSIK ANGKATAN 2015  STIKes MUHAMMADIYAH PALEMBANG</div>

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK BEBAS UNTUK PENGOBATAN SENDIRI PADA MAHASISWA PSIK ANGKATAN 2015  STIKes MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Trilia WM | Keperawatan | 2017 | views 2 kali

ABSTRAK

Analgetik merupakan senyawa yang dalam dosis terapeutik meringankan atau menekan rasa nyeri. Pengobatan sendiri merupakan upaya yang dilakukan untuk menyembuhkan diri sendiri yang sedang sakit dengan menggunakan obat-obatan ataupun pengobatan alternatif. Efek samping yang tidak diinginkan dari penggunaan analgetik yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan resep dokter untuk pengobatan sendiri seperti tukak lambung, mual, vomitus, resiko perdarahan, maag, telinga berdengung, gangguan darah dan lain-lain). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dalam penggunaan obat Analgetik bebas untuk pengobatan sendiri pada mahasiswa PSIK angkatan 2017 STIKes Muhammadiyah Palembang yang dilakukan pada 1 Januari sampai 27 April 2017. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian ”Survei Analitik” dengan pendekatan ”Cross Sectional”. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling  pada mahasiswa PSIK angkatan 2015 STIKes Muhammadiyah Palembang yang berjumlah 91 orang. Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa pengetahuan baik sebanyak 83 responden (91,2%), sikap positif sebanyak 79 responden (86,6%) dan yang melakukan penggunaan obat analgetik bebas untuk pengobatan sendiri sebanyak 75 responden (82,4%). Hasil uji chi square didapatkan hasil terdapat hubungan signifikan pengetahuan (pvalue = 0,030) dan sikap ( pvalue = 0,033) dalam penggunaan obat analgetik bebas untuk pengobatan sendiri. Kesimpulan : Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dalam penggunaan obat analgetik bebas untuk pengobatan sendiri pada mahasiswa PSIK angkatan 2015 STIKes Muhammadiyah Palembang.
 
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap dan Pengobatan Sendiri.

KONSEP DIRI KLIEN PASCA STROKE DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2017

KONSEP DIRI KLIEN PASCA STROKE DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2017

Suratun | Keperawatan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK
 
Keadaan pasca stroke dalam perjalanannya sangat beragam bisa pulih sempurna atau sembuh dengan kecacatan. Kecacatan tersebut dapat menyebabkan perubahan pada  dirinya  seperti  gangguan  psikologis.  Gangguan  psikologis  jika  tidak ditangani  akan  menyebabkan  resiko  perubahan  konsep  diri.  Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri klien pasca stroke di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif Kuantitatif. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Jumlah responden sebanyak 60 Klien pasca stroke. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar konsep diri klien positif (51,7%). Berdasarkan sub variabel yang diteliti yaitu gambaran diri positif 60%, ideal diri positif (65%), harga diri positif (63,3%), peran diri positif (61,7%), dan identitas diri positif (55%). Peneliti menyarankan agar rumah sakit membuat suatu komunitas/kelompok klien pasca stroke yang bertujuan agar klien pasca stroke dapat bersosialisasi dengan klien pasca stroke lainya untuk saling memberikan motivasi. Saling berbagi pengalaman, dan dapat juga dengan menggali kemampuan positif yang dimiliki klien dan melibatkan klien dalam aktivitas sederhana yang mampu dilakukan klien untuk meningkatkan dan mempertahankan konsep diri klien pasca stroke.
 
Kata kunci     : Konsep Diri, Pasca Stroke

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DISMINORHEA PRIMER PADA SISWI SMA PGRI 2 PALEMBANG

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DISMINORHEA PRIMER PADA SISWI SMA PGRI 2 PALEMBANG

Suci Sulistyorini | Kebidanan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK
 
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, psikologis, dan sosial. World Health Organization (WHO) menentukan usia remaja antara 12 – 24 tahun (Kusmiran, 2011).. Menurut data WHO, rata-rata insidensi terjadinya dismenore pada wanita muda antara 16,8 – 81%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian disminorhea primer pada siswi SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Lokasi penelitian dilakukan di kelas X SMA PGRI 2 Palembang. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 21 Februari 2017.Populasi penelitian yaitu semua siswi kelas X SMA PGRI 2 Palembang tahun 2017 yang berjumlah 126 responden. Sampel penelitian yaitu total populasi. Analisa yang dilakukan adalah analisa data univariat dan bivariat. Berdasarkan data univariat didapatkan data dari 126 responden sebanyak 113 responden (89,7%) mengalami disminorhea primer dan sebanyak 13 (10,3%) responden tidak mengalami disminorhea primer, usia menarche dini 8 (6,3%)responden, usia menarche normal 118 (93,7%), siklus menstruasi abnormal 43 (34,1 %), siklus menstruasi normal 83 (65,9%), lama menstruasi abnormal 27 (21,4%), lama menstruasi normal 99 (78,6%), riwayat keluarga terdapat disminorhea primer 100 (79,4%), dan riwayat keluarga tidak ada 26 (20,6%). Berdasarkan data bivariat diperoleh hasil ada hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian disminorhea primer dengan p value = 0,027 OR 3,986 dan tidak ada hubungan antara usia menarche, lama menstruasi,dan lama menstruasi terhadap kejadian disminorhea primer di SMA PGRI 2 Palembang. Untuk petugas kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan konseling dan memberikan penyuluhan terhadap remaja khususnya remaja putri mengenai kesehatan reproduksi agar dapat mempersiapkan organ reproduksi yang sehat.
 
Kata Kunci : Disminorhea primer, Usia menarche, siklus menstruasi, lama menstruasi,  riwayat keluarga.

<div>HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT XX</div>

HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT XX

Sri Yulia | Keperawatan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK
 
Upaya penerapan budaya keselamatan pasien bagi perawat pelaksana memerlukan peran supervisi untuk mewujudkan keselamatan pasien dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan supervisi dengan penerapan budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang tahun 2017. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 48 perawat. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil: Supervisi yang baik sebanyak 33 responden (69%), sedangkan penerapan budaya keselamatan pasien yang baik sebanyak 31 responden (64,6%). Hasil uji statistik menggunakan Chi Square test menunjukkan bahwa ada hubungan supervisi dengan penerapan budaya keselamatan pasien (p value = 0,006). Kesimpulan & Saran: Peran supervisi sangat penting dalam membangun budaya keselamatan pasien, sehingga diharapkan kompetensi supervisi dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan dapat menerapkan aktivitas supervisi melalui program sosialisasi, mentoring, konseling, serta penguatan peran komite kesalamatan pasien dalam melakukan survei budaya keselamatan.
 
Kata Kunci : Supervisi, Penerapan Budaya Keselamatan Pasien

<div>FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISIPLIN KERJA PEGAWAI </div><div>DI RSK Dr.RIVAI ABDULLAH PALEMBANG </div><div>TAHUN 2016</div>

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISIPLIN KERJA PEGAWAI 
DI RSK Dr.RIVAI ABDULLAH PALEMBANG 
TAHUN 2016

Setiawan | Keperawatan | 2017 | views 2 kali

ABSTRAK

Kedisiplinan merupakan fungsi operatif manajemen SDM yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya (Hasibuan, 2003). Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi Disiplin kerja pegawai di RSK dr.Rivai Abdullah Palembang tahun 2016. Peneltian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai RSK.dr.Rivai Abdullah berjumlah 337 orang, tehnik sampling yang dipergunakan adalah “proporsive sampling dengan random sampling sehingga responden yang didapat sebanyak 180 orang pegawai.Berdasarkan data absensi finger tahun 2015 Tingkat Disiplin kerja pada pegawai RSK. dr.Rivai Abdullah Palembang masih rendah, yaitu Pegawai disiplin kerja 54 orang (30%) sedangkan yang tidak disiplin sebanyak 126 orang (70%).Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square terhadap Variabel Dependent ( Disiplin Kerja ) dan Variabel Independent ( Pendidikan, Lama Kerja, Kemampuan,  Kompensasi, Motivasi,  Dan Atasan) sebagian besar di dapat ? Value> 0,05 ( ? = 0,05) berarti tidak ada hubungan antara faktor individu,intrinsik dan ekstrinsik  dengan Disiplin kerja pegawai di RSK dr.Rivai Abdullah Palembang tahun 2016. Disarankan meningkatkan kualitas Pegawai dengan : pengembangan karier, pendidikan dan pelatihan serta mempertimbangkan kesejahteraan pegawai .
 
Kata kunci : Disiplin Kerja, RSK dr.Rivai Abdullah

PENGARUH TERAPI PIJAT BAYI TERHADAP PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 3-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG TAHUN 2016

PENGARUH TERAPI PIJAT BAYI TERHADAP PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 3-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG TAHUN 2016

Renda Natalina Pratama | Kebidanan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK

Pijat bayi mempunyai banyak manfaat diantaranya meningkatkan hubungan emosi antara orangtua dan bayi sehingga dapat menstimulus perkembangan personal sosial bayi, selain itu gerakan remasan pada pijat bayi berfungsi untuk menguatkan otot bayi sehingga dapat menstimulus perkembangan motoriknya serta meningkatkan penambahan berat badan (Roesli, 2013; Oktafia, 2010; Marta, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi pijat bayi terhadap penambahan berat badan pada bayi usia 3-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pembina Palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian ini menggunakan rancangan pre test dan post test control group design. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas (posyandu) Pembina Palembang. Hasil: Dari hasil penelitian, diketahui bahwa rata-rata penambahan berat badan pada bayi dengan terapi pijat bayi adalah 720+ 227.40 gram, dan pada bayi tanpa terapi pijat bayi adalah 560+ 176.47 gram sehingga disimpulkan bahwa penambahan berat badan pada bayi yang diberi terapi pijat bayi lebih besar dibandingkan dengann yang tidak diterapi pijat bayi. Dari hasil uji statistik menggunakan Independent t-test, diperoleh tingkat signifikansi ?<0,05  (?: 0,040), yang berarti Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara terapi pijat bayi terhadap penambahan berat badan pada bayi. Hipotesis yang menyatakan bahwa ada perbedaan pengaruh terapi pijat bayi terhadap penambahan berat badan pada bayi terbukti benar. Pijat bayi dapat digunakan sebagai salah satu terapi rutin yang menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
 
Kata Kunci : Pijat bayi, Berat badan

PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI BPM CHOIRUL MALA HUSIN PALEMBANG TAHUN 2015

PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI BPM CHOIRUL MALA HUSIN PALEMBANG TAHUN 2015

Reni Saswita | Kebidanan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK

Kontrasepsi hormonal mempunyai banyak efek samping, seperti amenorea (30%), spoting (bercak darah) dan menoragia, mual, sakit kepala (17%) (pusing), galaktorea (44%), perubahan berat badan (9%). Peningkatan berat badan disebabkan oleh hormon progesteron yang merangsang hipotalamus lateral menyebabkan perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak dalam tubuh akan menjadi banyak dan terjadilah peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan berat badan akseptor KB. Sampel pada penelitian ini sebagian akseptor KB hormonal yang datang ke BPM Choirul Mala Husin. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebanyak 23 (76,7%)  responden mengalami kenaikkan berat badan lebih besar dibandingkan dengan responden yang mengalami penurunan berat badan yaitu sebanyak 7 (23,3%) responden, yang menggunakan kontrasepsi pil dan suntik sama besar yaitu sebanyak 15 (50%) responden. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan berat badan akseptor KB di BPM Choirul Mala Husin Palembang tahun 2015 (p value 0,040). Diharapkan agar petugas kesehatan dapat meningkatkan pelaksanaan penyuluhan dan konseling mengenai jenis kontrasepsi manfaat serta dampaknya apabila digunakan sehingga para akseptor KB menjadi lebih memahami tentang alat kontrasepsi yang mereka gunakan.
 
Kata Kunci: Perubahan Berat Badan, Kontrasepsi Hormonal

HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE

HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE

Nurbaity | Kebidanan | 2017 | views 0 kali

ABSTRAK

Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO), di dunia ini setiap menit seorang perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan persalinannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu dengan kunjungan antenatal care. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 39 responden yang memeriksakan kehamilan, diambil secara non-random sampling dengan teknik “Accidental Sampling”. Variabel independen adalah pendidikan dan pengetahuan ibu. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan signifikan ? = 0,05 secara komputerisasi untuk mengevaluasi tingkat signifikan atau kekuatan hubungan masing-masing variabel. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan p value 0,01 < ? = 0,05  menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kunjungan antenatal care dan didapatkan  p value 0,001 < ? = 0,05 menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kunjungan antenatal care. Diharapkan petugas kesehatan dapat mempertahankan pelayanan dan penyuluhan tentang perlunya memeriksakan kehamilan yang sudah baik sehingga para ibu hamil mengerti cara menjaga kesehatannya dan janinnya.
 
Kata Kunci :  Antenatal care, pendidikan, pengetahuan